Ketidakpastian The Fed Pengaruhi Penurunan BI Rate

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 22 Jul 2015 13:51 WIB
bi ratethe fed
Ketidakpastian The Fed Pengaruhi Penurunan BI Rate
Gubernur BI Agus Martowardojo (tengah) (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, kemungkinan untuk suku bunga acuan (BI rate) diturunkan dalam waktu dekat ini masih menunggu kepastian dari kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), the Fed.

"Fed rate ini terus menciptakan ketidakpastian, karena yang terakhir semua berpikir kalau ini akan dinaikan antara September-Desember. Itu artinya satu kali setahun akan naik. Bukan jumlahnya 0,25 persen atau 0,75 persen tapi dampaknya ke persepsi dan itu yang ciptakan ketidakpastian," kata Agus, ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2015).

Lebih dari itu, Agus meminta agar semua kalangan mewaspadai kondisi yang terjadi di AS, Yunani, dan Tiongkok karena ada kaitan terhadap ekonomi Indonesia. Selain itu, pemerintah juga dirasa perlu mewaspadai turunnya harga komoditas termasuk terkoreksinya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia.

"Harga komoditas di RDP kemarin diperkirakan terkoreksi 11 persen proyeksinya, tapi ternyata 13 persen. Bulan ini pertumbuhan ekonomi dunia ternyata terkoreksi. Tadinya kita perkirakan 3,39 persen jadi 3,3 persen. Termasuk World Trade volume menurun, kondisi eksternal ini yang harus diwadpadai," ujar dia.

Dirinya menyatakan bahwa BI siap memberikan support dan memberikan akomodasi kepada terwujudnya pertumbuhan ekonomi domestik yang seusai target dengan kebijakan makroprudensial. Apa yang dilakukan BI ini sejalan dengan fungsi dan tugas BI.

"Kebijakan makroprudensial itu yang selama ini dijalankan, baik itu loan to value, insentif UMKM, maupun pelonggaran giro wajib minimum. Itu cukup baik dan diharapkan di kuartal IV-2015 sudah memberikan manfaat," pungkasnya.


(ABD)