Mantan Presiden PKS Bantah Pengaruhi Mentan

- 26 April 2013 13:06 wib
MI/Susanto/BD
MI/Susanto/BD

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq membantah mempengaruhi Menteri Pertanian Suswono. Hal itu dikatakan Luthfi kepada kuasa hukumnya, Zainuddin Paru.

“Yang kita dapatkan dari Luthfi bahwa tidak pernah ada janji apapun. Tidak pernah ada upaya untuk pengaruhi Mentan,” kata Zainuddin kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Zainuddin mengatakan, kliennya tidak berniat untuk mempengaruhi Suswono, karena kapasitas Luthfi sebagai Presiden PKS berbeda dengan Mentan.

“Mentan melayani masyarakat terkait dengan pemenuhan kuota dalam negeri terkait pasokan daging dan tugas Pak Luthfi adalah mengelola dan mengatur partai. Jadi tidak ada janji penambahan kuota,” jelasnya.

Dalam perkara tersebut, Zainuddin menegaskan kliennya masih diperiksa dalam perkara tindak pidana pencucian uang. Namun, ia enggan menjelaskan materi pemeriksaan yang ditanyakan kepada kliennya.

"Saya kira, kita tidak mendahului apa yang ditanyakan penyidik kepada Pak Luthfi," ujarnya.

Selain Luthfi, dalam kasus TPPU, hari ini KPK juga memeriksa orang dekat Luthfi Hasan yaitu Ahmad Fathanah sebagai tersangka. Kemudian untuk tersangka Fathanah, penyidik juga memanggil sejumlah saksi dari pihak swasta untuk dimintai keterangan. Para saksi itu diantaranya adalah Tri Kurnia Rahayu, Calorila, Vitalia Shesya, Yuni Kustianingsih dan Marcel (Oma Moey).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto,mengatakan bahwa pihaknya mempunyai bukti Luthfi mengunakan pengaruhnya untuk meminta Mentan memberikan penambahan kuota impor daging sapi kepada PT Indoguna Utama.

"Saya lupa istilahnya, semacam menjual otoritas. Tidak harus punya kewenangan, tapi pengaruh saya bisa dipakai untuk memengaruhi. Ini tidak menduga-duga, kami sudah punya bukti seperti itu," kata Bambang, Kamis (31/1) lalu.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Presiden PKS sekaligus anggota DPR RI, Lutfhi Hasan Ishaaq dan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, serta dua direktur PT Indoguna, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi dan yang teranyar MEL (Maria Elisabeth Liman) sebagai tersangka.

Dua tersangka yaitu Arya dan Juard sudah duduk di kursi pesakitan.

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…