"Publik Bisa Mencerca Nasiruddin karena Punya Pekerjaan dan Hidup Layak"

Hilman Haris    •    Rabu, 22 Jul 2015 16:27 WIB
suap olahraga
Mantan wasit nasional, Jimmy Napitupulu (MI / Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kritik pedas langsung dilontarkan sejumlah pihak kepada mantan wasit nasional, Nasiruddin usai ditangkap  Biro Investigasi dan Praktik Korupsi (CPIB) Singapura atas tuduhan kasus mafia sepak bola di ajang SEA Games 2015. 

Menurut mantan anggota komite wasit PSSI, Jimmy Napitupulu, Nasiruddin memang pantas dicecar kritik. Tapi, Jimmy juga meminta agar publik melihat kejadian ini dari sisi yang berbeda pula.  

"Publik hanya tahu soal kesalahan Nasiruddin. Tapi tidak melihat beban hidup yang harus dia pikul. Kehidupan Nasiruddin sangat sulit. Publik bisa berbicara seperti itu karena memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Bagaimana dengan Nasiruddin? Dia pernah menjadi petugas parkir untuk menyambung hidup," beber Jimmy.

Jimmy tak bakal memaklumi andai Nasaruddin diberi hukuman berat. Bagaimana pun terlibat dalam pengaturan skor merupakan kejahatan besar dalam dunia sepak bola. Tapi setelah kejadian ini, Jimmy berharap ada perubahan positif di PSSI terkait keberadaan wasit di Indonesia.

"Kejadian seperti ini tidak akan terjadi andai wasit diberi gaji layak. Harus ada perubahan setelah ini. Jika tidak, semuanya akan sama saja dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

"Asosiasi wasit juga harus dibentuk. Saat ini wasit tidak punya wadah untuk mengutarakan pendapat. Jadi ketika dizalimi, kami tidak punya tempat untuk mengadu," tambah Jimmy. 

Dunia wasit Indonesia mendapat sorotan usai Nasaruddin melakukan tindakan kriminal saat SEA Games 2015 berlangsung. Nasiruddin divonis hukuman penjara selama 30 bulan usai ditangkap CPIB Singapura atas tuduhan kasus mafia sepak bola di ajang SEA Games 2015. Nasiruddin diduga telah menawarkan uang sebesar 11 ribu US$, atau sekitar Rp 147 juta agar Timor Leste mau sengaja mengalah dari Malaysia.


(HIL)