Ini Perbedaan Pengaturan Skor dengan Pengaturan Wasit

Hilman Haris    •    Rabu, 22 Jul 2015 16:59 WIB
suap olahraga
Ini Perbedaan Pengaturan Skor dengan Pengaturan Wasit
Ilustrasi dolar AS yang diterima Nasiruddin (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Banyak cara untuk memanipulasi hasil pertandingan sepak bola. Sejumlah mafia ada yang melakukannya dengan cara menyuap salah satu tim agar bersedia kalah. Sebagian lain dengan memberi teror kepada wasit supaya mau memihak ke salah satu tim.

Mirisnya, dua cara itu tak ada satu pun yang menguntungkan wasit. Kalau pun ada uang yang mengalir, tidak ada yang masuk ke kantong korps pengadil. Setidaknya itu yang diungkapkan mantan wasit nasional, Jimmy Napitupulu kepada Metrotvnews.com, Rabu 22 Juli.

"Ada perberdaan mendasar antara pengaturan skor dengan pengaturan wasit. Kalau pengaturan skor, mafia pertandingan biasanya memberi uang kepada manajer tim dan pemain. Mereka akhirnya yang menentukan hasil pertandingan," beber Jimmy.

"Sementara untuk pengaturan wasit, mafia biasanya mengutus sejumlah tukang pukul untuk meneror kami (wasit). Publik melihat seakan-akan kami diberi seorang security. Tapi nyatanya tidak. Orang-orang itu biasanya diutus untuk memberi teror kepada wasit sebelum pertandingan."

"Karena sudah mendapat teror, kinerja wasit saat pertandingan jadi tidak maksimal. Mereka cenderung memberi keuntungan kepada tim tertentu karena tidak mau mendapat teror lanjutan selepas pertandingan," tambah Jimmy yang juga pernah bekerja sebagai anggota komite wasit PSSI.

Dari pengakuan ini, Jimmy ingin meluruskan soal anggapan publik yang menganggap wasit kerap disogok agar mau memanipulasi hasil pertandingan. Menurutnya, wasit tak pernah diuntungkan ketika pertandingan sepak bola direcoki mafia.

"Wasit selalu ditindas. Klub sering menyewa preman untuk menakut-nakuti wasit. Tapi sekarang sudah tidak pernah terjadi. Kenapa? Klub sudah tidak punya uang. Dulu, saat masih mendapat asupan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), klub punya uang untuk menyewa preman. Sekarang, jangankan membayar preman. Membayar gaji pemain dan staf saja tidak mampu," ujar Jimmy.

Dunia wasit Indonesia mendapat sorotan usai Nasaruddin melakukan tindakan kriminal saat SEA Games 2015 berlangsung. Nasiruddin divonis hukuman penjara selama 30 bulan usai ditangkap  Biro Investigasi dan Praktik Korupsi (CPIB) Singapura atas tuduhan kasus mafia sepak bola di ajang SEA Games 2015. Nasiruddin diduga telah menawarkan uang sebesar 11 ribu US$, atau sekitar Rp 147 juta agar Timor Leste mau sengaja mengalah dari Malaysia.


(HIL)

KPK Ambil <i>Medical Record</i> Setya Novanto

KPK Ambil Medical Record Setya Novanto

9 hours Ago

Salah satu staf pimpinan DPR yang kerap mengurus keperluan Novanto mengaku, rombongan KPK berku…

BERITA LAINNYA