Ekspor Komoditas Unggulan Bali Merosot

Antara    •    Kamis, 23 Jul 2015 11:37 WIB
ekspor
Ekspor Komoditas Unggulan Bali Merosot
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

Metrotvnews.com, Denpasar: Komoditi unggulan ekspor Bali merosot ke pasaran luar negeri, seperti pakaian jadi (garmen), aneka kerajinan berbahan baku kayu, perabotan rumah tangga jenis antik, dan hasil perikanan sehingga berpengaruh terhadap perolehan devisa nonmigas daerah Bali.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Provinsi Bali Made Suastika membenarkan jika realisasi ekspor komoditas unggulan daerah ini berkurang mengakibatkan perolehan devisa menjadi hanya USD239,8 juta pada periode Januari-Juni 2015, bila dibandingkan periode yang  sama di 2014 mencapai USD260,7 juta.

"Memang hampir semua komoditas unggulan mengalami kemerosotan dalam perdagangan ke luar negeri akibat pertumbuhan perekonomian negeri konsumen utama seperti Amerika Serikat belum seperti yang diharapkan, sehingga pembeliannya juga berkurang termasuk ke Australia," kata dia, di Bali, Kamis (23/7/2015).

Mata dagangan jenis unggulan Bali yang selama ini menjadi andalan dalam memperoleh devisa adalah pakaian jadi (garmen) hanya mampu terjual sebanyak 30,7 juta pcs senilai USD51 juta dalam enam bulan pertama di 2015 atau berkurang 18,38 persen jika dibandingkan periode yang sama di 2014 mencapai USD62,4 juta.

Aneka kerajinan berbahan baku kayu seperti patung, ukiran khas Bali untuk dinding pengapalannya juga berkurang hingga 27,45 persen, sementara perolehan devisanya turun dari USD38,8 juta menjadi hanya USD34,1 juta periode Januari-Juni 2015. 

Sementara itu, ikan tuna hasil tangkapan nelayan di daerah ini volumenya berkurang dari 8.962 ton menjadi hanya 6.811 ton periode Januari-Juni 2015, namun sangat beruntung berkat harganya yang membaik sehingga nilainya naik dari USD32,2 juta menjadi USD38,7 juta periode enam bulan pertama di 2015.

Ia mengakui, hampir semua kelompok mata dagangan nonmigas yang terdiri atas aneka barang kerajinan, hasil industri kecil dan pertanian melorot dalam perolehan devisanya pada awal 2015, termasuk sepatu, tas buatan pengrajin Pulau Dewata juga mengalami hal yang sama.


(ABD)