Jadi Perantara Suap, Ipar Fuad Amin Dituntut 4 Tahun Penjara

Renatha Swasty    •    Kamis, 23 Jul 2015 14:10 WIB
fuad amin imron
Jadi Perantara Suap, Ipar Fuad Amin Dituntut 4 Tahun Penjara
Abdur Rouf saat meninggalkan ruang sidang Tipikor, Kamis (23/7/2015). Foto: Renatha Swasty/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menuntut Abdur Rouf yang juga ipar mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron empat tahun penjara. Jaksa menilai Abdur Rouf ikut serta dalam tindak pidana korupsi yang juga menyeret Fuad Amin.

Abdur Rouf diketahui sebagai perantara suap. "Kami penuntut umum menuntut supaya Majelis Hakim Tipikor yang memeriksa dan mengadili menyatakan terdakwa Abdur Rouf telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Supaya menjatuhkan pidana empat tahun dikurangi dalam masa tahanan, serta denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan," kata Jaksa Penuntut Umum pada KPK Titik Utami saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Abdur Rouf dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dalam dakwaan primair.

Titik mengatakan dari fakta persidangan diketahui uang Rp1,9 miliar yang diberikan secara bertahap oleh Direktur HRD PT Media Kerya Sentosa (MKS) Antonius Bambang Djatmiko adalah uang balas jasa. Hal ini lantaran Fuad telah mengarahkan terjadinya perjanjian konsorsium antara PT MKS dan PD Sumber Daya serta memberikan dukungan pada PT MKS ke Kodeko Energy terkait permintaan penyaluran gas alam ke gili timur.

"Dapat disimpulkan terdakwa Abdur Rouf mengetahui atau menduga bahwa uang penerimaan secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp1,9 miliar yaitu pada 1 September 2014 sejumlah Rp600 juta, 30 Oktober 2014 sejumlah Rp600 juta, dan 1 Desember 2014 sejumlah Rp700 juta dari Antonius Bambang Djatmiko adalah sebagai uang imbalan atau balas jasa atas peran Fuad Amin semasa menjabat sebagai Bupati Bangkalan," beber dia.

Adapun, lanjut Titik, penerimaan itu tidak mungkin tidak diketahui Abdur Rouf lantaran dalam satu perbincangan dengan Fuad Amin, dia memahami terkait pemberian uang. "Fuad Amin dalam percakapan tersebut Fuad Amin menyamarkan kata uang dengan menggunakan istilah air dan hal tersebut dipahami Abdur Rouf," beber Titik.

Begitu juga dalam pemberian uang kedua dan ketiga. Bambang memberikan uang tunai dalam jumlah besar tanpa bukti pembayaran. Yang selanjutnya uang disetor ke rekening istri Fuad, Siti Masnuri dan rekening Fuad Sendiri.

Dalam setoran ditulis, uang yang diberikan adalah hasil penjualan mobil. "Padahal Abdur Rouf mengetahui tidak ada bisnis jual mobil antara Antonis Bambang Djatmiko dan Fuad Amin," imbuh Titik.

Adapun, Abdur Rouf diberatkan lantaran perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang giat-giatnya melakukan upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum, sopan di persidangan, berterus terang di depan persidangan sehingga mempejelas peranan Fuad Amin dalam perkara aquo, bersikap kooperatif dan masih mempunyai tanggungan keluarga.

Terkait tunutan jaksa, Abdur mengatakan bakal mengajukan pembelaan atau pledoi. "Saya akan mengajukan pembelaan pribadi," ujar Abdur.


(KRI)

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

KPK Diminta Hati- hati dengan Fitnah Nazaruddin

43 minutes Ago

Tridianto mengatakan, sejak kasus Hambalang menguak, Nazaruddin dianggap kerap memfitnah Anas.&…

BERITA LAINNYA