Warga Sekitar Gamalama Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin

Burhanuddin Arsyad    •    Kamis, 23 Jul 2015 15:53 WIB
gunung berapi
Warga Sekitar Gamalama Diminta Waspadai Banjir Lahar Dingin
Gunung Gamalama mengeluarkan abu vulkanis pada 20 Juli 2015, Metrotv/ Burhanuddin Arsyad

Metrotvnews.com, Ternate: Curah hujan cukup deras diprediksi terjadi di wilayah Maluku Utara pada sepekan ke depan. Lantaran itu, warga di sekitar Gunung Gamalama, Ternate, Maluku Utara, pun diimbau mewaspadai banjir lahar dingin dari puncak gunung.

"Kemungkinan dalam satu minggu kedepan akan terjadi curah hujan yang cukup lebat di puncak Gunung Gamalama, yang dapat memngugurkan material vulkanik yang saat ini menumpuk di puncak gunung," kata Fahmi Bachdar, prakirawan dari BMKG Ternate, Kamis (23/7/2015).

Hujan turun lebih deras pada malam hari. Sehingga, lahar dingin berpotensi terjadi di malam hari.

Sejumlah wilayah yang masuk zona merah yaitu Kelurahan Tubo dan Dufa Dufa Kecamatan Ternate Utara yang dilewati Kali RTugurara, serta Kelurahan Loto dan Togafo Kecamatan Pulau Ternate, yang dilewati  Kali Bandinga.

Saat ini diperkirakan jutaan kubik material vulkanik berupa bebatuan, pasir dan debu yang dihasilkan dari erupsi Gunung Gamalama menumpuk di puncak. Material tersebut dapat gugur terbawa air saat hujan deras mengguyur.

Sementara itu, Gunung Gamalama masih menyemburkan asap putih setinggi 600 meter. Data rekaman seismograf di Pusat Vulkanologi dan  mItigasi Bencana Geologi Pos Pengamatan Gunung Gamalama mencatat masih terus terjadi gempa tremor hembusan dengan amplitude 0.5 sampai 2.5 milimeter dominan 1.5 milimeter.

Sebanyak delapan kali gempa hembusan amplitudo 2 milimeter dengan durasi 20.67 sampai 49.77 detik serta gempa tektonik local dan tektonik jauh.

Saat ini Pemerintah Kota Ternate telah mengungsikan 1.528 jiwa warga dari Kelurahan Loto dan Togafo,  yang ditempatkan di tiga lokasi, yakni di Aula Sanggar Kegiatan Belajar, Aula SMK Dua, dan Aula Pangkalan Angkatan Laut Ternate.

Banjir lahar dingin Gamalama terjadi pada 2011. Sembilan warga Kelurahan Tubo meninggal. Puluhan rumah di Kelurahan Dufa Dufa rata dengan tanah.
 


(RRN)