Anggota DPRD DKI Halangi Penertiban Aset, Ini Kata Ahok

Wanda Indana    •    Kamis, 23 Jul 2015 16:36 WIB
penertibanbasuki tjahaja purnama
Anggota DPRD DKI Halangi Penertiban Aset, Ini Kata Ahok
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.--Foto:MI/ Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Oknum anggota DPRD DKI berusaha menghalang-halangi petugas yang hendak menertibkan bangunan liar di lahan seluas 1.300 meter milik Pemprov DKI di Jalan Rawasari Selatan, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.

Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama mengaku heran dengan sikap oknum anggota legislator DKI itu. Sebab kata Ahok, petugas Pemprov hanya mengambil alih aset milik DKI yang dikuasai swasta.

Seharusnya, anggota dewan dan Pemprov DKI bersama-sama menjaga aset DKI agar tidak dikuasai pihak ketiga.

"Anggota dewan lucu dong, kita membuat Perda bersama. Kemarin kritik saya di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) aset kita lemah dan banyak didudukin orang. Kita mau ambil balik, ya gimana lah sudah nasib saya, ribut melulu," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2015).

Menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, lahan tersebut rencananya akan dibangun rumah susun untuk warga kurang mampu yang banyak tinggal di bantaran sungai.

Dia mengakui, banyak aset milik Pemprov DKI  yang dikuasai swasta. Namun, suami Veronica Tan itu merasa heran saat Pemprov DKI mengambil alih aset justru mendapat perlawanan.

"Aset DKI itu memang rata-rata kerja sama, sama orang didudukin habis. Kita mau ambil balik, dituduh cari gara-gara. Padahal kan kita mau ambil aset kita saja," herannya.

Seperti diketahui, anggota dewan yang menghadang petugas Pemprov DKI saat penertiban aset diketahui bernama Elisabeth CH Mailoa, anggota Komisi E DPRD DKI. Dia datang berorasi dan memprotes aksi penertiban dengan mengajak beberapa anggota ormas.

Aksi Elisabeth tidak mengendurkan niat petugas untuk membongkar bangunan liar di lahan tersebut. Kendati demikian, beberapa petugas lainnya juga tetap melakukan penjagaan untuk menghalau ormas masuk ke dalam area penertiban.


(MBM)