RI Galang Kontribusi Pasukan Perdamaian Lewat Pertemuan Asia-Pasifik

Fajar Nugraha    •    Kamis, 23 Jul 2015 16:59 WIB
kemenlu
RI Galang Kontribusi Pasukan Perdamaian Lewat Pertemuan Asia-Pasifik
Presiden Joko Widodo dan militer Indonesia (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jakarta: Peran Indonesia dalam mengupayakan peningkatan keterlibatan negara Asia-Pasifik dalam pengerahan pasukan perdamaian, akan ditingkakan melalui sebuah pertemuan perdamaian dan keamanan internasional.

"Sebagai bagian dari komitmen untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, Pemerintah Indonesia siap menjadi tuan rumah The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping di Hotel Fairmont, Jakarta, 27-28 Juli 2015," ucap Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata (KIPS) Kemenlu Andy Rachmianto, di Kementerian Luar Negeri RI, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis (23/7/2015)

Menurut Andi, pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian pertemuan serupa mengenai pemeliharaan perdamaian di kawasan lain, yaitu Eropa, Amerika dan Afrika. Acara ini sendiri akan dibuka secara resmi oleh Menlu Retno Marsudi.

"Pertemuan akan dihadiri oleh pejabat tinggi dari sekitar 30 negara-negara penyumbang pasukan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB, tiga negara tuan rumah pertemuan regional lainnya, pejabat senior PBB dan sejumlah organisasi regional," lanjut Andy.

Penyelenggaraan pertemuan dilatarbelakangi evolusi misi pemeliharaan perdamaian PBB yang mandatnya semakin kompleks dan multidimensional serta meningkatnya permintaan dan kebutuhan global akan misi pemeliharaan perdamaian PBB. Untuk itu, pertemuan akan mengangkat tema 'Complex Peacekeeping Strategies: Enhancing Capabilities and Responses of the UN Peacekeeping Operations'.

"Melalui tema tersebut, pertemuan diharapkan dapat menggalang peningkatan dukungan dan potensi kontribusi pasukan dari negara-negara di kawasan Asia-Pasifik terhadap misi pemeliharaan perdamaian PBB," sebut Andy.

"Lima negara di kawasan Asia-Pasifik, yaitu Bangladesh, Pakistan, India, Nepal dan Tiongkok, termasuk sepuluh besar negara penyumbang pasukan PBB. Indonesia saat ini menempati peringkat ke-11 dengan total kontribusi sebesar 2.735 personel yang tersebar di 10 misi perdamaian PBB di berbagai kawasan," lanjutnya.

Direncanakan hasil dari pertemuan ini akan disampaikan dalam pertemuan Peacekeeping Summit di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke-70 di New York, AS, September 2015 mendatang. Pertemuan itu akan diketuai bersama oleh Presiden AS, beserta para pemimpin dari negara-negara tuan rumah pertemuan regional lainnya, termasuk Indonesia.

Bagi Indonesia, pemeliharaan perdamaian merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri dan diplomasi multilateral Indonesia, sekaligus bagian yang tidak terpisahkan dari amanat Pembukaan UUD 1945.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah RI secara konsisten melakukan berbagai upaya untuk mendukung peningkatan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian, baik dari segi jumlah personel dan kualitas termasuk pelatihan dan peralatan. Upaya ini merupakan bagian dari pencapaian "Vision 4.000 Peacekeepers" yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019.

"Penyelenggaraan pertemuan The Asia-Pacific Regional Meeting on Peacekeeping ini kiranya semakin mengukuhkan kepemimpinan dan dukungan kuat Pemerintah RI sebagai 'net contributor' dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional," tegas Andy.

Diharapkan peran serta dan kontribusi Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB tersebut dapat menjadi modal penting untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020.


(FJR)