Presiden Tekankan Pentingnya Komunikasi Tokoh Lintas Agama

Desi Angriani    •    Kamis, 23 Jul 2015 18:38 WIB
penyerangan
Presiden Tekankan Pentingnya Komunikasi Tokoh Lintas Agama
Presiden Joko Widodo (kanan) menyampaikan sambutan pada acara pertemuan bersama sejumlah tokoh lintas agama di Istana Negara, Jakarta, Kamis 23 Juli 2015. Antara Foto/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam mencegah kasus yang berbau suku, ras dan agama. Jokowi yakin kerusuhan seperti di Tolikara tidak terjadi jika ada komunikasi yang baik.

"Peran bapak ibu sebagai ulama dan tokoh agama sangat menentukan sekali memberikan nasihat dan wejangan kepada yang di bawah agar bisa menjadi dingin dan justru tidak memanaskan suasana," kata Jokowi saat bertemu tokoh lintas agama di Istana, Jakarta, Kamis (23/7/2015).

"Saya ingin mengingatkan kita semua bahwa apa yang terjadi di Tolikara seharusnya tidak terjadi kalau komunikasi dan silaturahmi kita baik."

Dia menegaskan, penegakan hukum tidak akan pandang bulu terhadap pelaku kerusuhan. "Aparat tegas menyelesaikan masalah ini sehingga siapapun sama di mata hukum," kata  Jokowi.

Jokowi berharap, ke depan insiden yang berbau suku, ras, dan agama tidak terjadi lagi. Ia meminta seluruh masyarakat saling toleransi dan menjaga kerukunan beragama.

"Bangsa Indonesia masih harus berjuang keras meski ada riak kecil. Kita akan terus memperjuangkan persaudaraan dan kerukunan lintas agama di Tanah Air," pungkas dia.

Kerusuhan di Tolikara terjadi pada Jumat pekan lalu. Massa membakar rumah ibadah dan tempat tinggal warga. Ratusan orang harus mengungsi karena tak lagi memiliki tempat tinggal.  

Aparat Polda Papua menangkap HK dan JW, tersangka kasus kerusuhan di Tolikara, Papua, pukul 17.00 waktu setempat. HK dan JW lah yang menggerakkan massa untuk berbuat kerusuhan.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso menggelar pertemuan dengan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, pemuka agama, dan aktivis.

"Perlu pemahaman tentang pentingnya persatuan kesatuan. Pemuka agama, tokoh, dan pemuda saya harapkan bagaimana bisa memberikan contoh betapa pentingnya persatuan kesatuan kita jalin," kata Sutiyoso.


Sutiyoso usai bertemu tokoh agama. Antara Foto/Reno


(TRK)