Hari Ini KPK Kembali Periksa Gatot

Renatha Swasty    •    Jumat, 24 Jul 2015 06:23 WIB
kpk
Hari Ini KPK Kembali Periksa Gatot
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. (ANT/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, hari ini, Jumat (24/7/2015). Gatot kembali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka suap hakim PTUN Medan M. Yagari Bhastara (MYB) alias Gerry.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja membeberkan pemeriksaan kedua Gatot untuk proses pendalaman. Sebab, KPK telah menemukan sejumlah petunjuk.

"Itu proses pendalaman dari berbagai petunjuk yang kami miliki atau kesaksian atau BAP (Berita Acara Pemeriksaan) yang sudah diperiksa sebelumnya," beber Adnan di Gedung KPK, Kamis (23/7/2015) malam.

Sementara itu, Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha mengatakan pada pemeriksaan Gatot sebelumnya yakni pada Rabu 22 Juli kemarin, penyidik sudah menyampaikan bahwa pemeriksaan belum selesai. Untuk itu, disepakati pemeriksaan bakal dilanjutkan hari ini.

"Jadi dalam pemeriksaan tersebut disampaikan pemeriksaan akan dilanjutkan pada Jumat, pemeriksaan lanjutan, dalam kapasitas yang sama sebagai saksi tsk MYB," jelas Priharsa.

KPK sebetulnya juga memanggil istri Gatot, Evy Susanti. Tapi yang bersangkutan tak bisa hadir dan telah memberikan surat penundaan agar dapat diperiksa pada Senin, 27 Juli mendatang.

Namun, Priharsa mengatakan pihaknya belum mendapat informasi terkait hal itu. "Sudah disampaikan panggilan kepada ibu Evy Susanti yang juga akan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka yang sama besok (Jumat, 24 Juli), saya belum dapat info lagi apakah per hari ini ada konfirmasi akan memenuhi panggilan atau tidak," pungkas dia.

Sebelumnya, pada Rabu, 22 Juli Gatot diperiksa selama 12 Jam. Ia diajukan 28 pertanyaan oleh penyidik. Usai diperiksa, Gatot mengaku letih dan tak banyak bicara.

Menurut Kuasa Hukum Gatot, Razman A Nasution, Gatot ditanya seputar huhungannya dengan Gerry dan pihak lain juga sumber dana suap terhadap Ketua PTUN Medan.

KPK diketahui sedang mencari sumber dana kasus dugaan suap terhadap hakim PTUN Medan. Kasus ini sudah menyeret Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan turut dijerat.

Mereka dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu. Saat penangkapan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga saat itu mereka menerima uang suap untuk memenangkan perkara yang digugat Pemerintah Provinsi Sumut melalui Kebiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis yang diacarakan Gerry.

KPK terus menelusuri asal sumber suap ini. Lembaga antikorupsi berkeyakinan, uang yang ditemukan bukan berasal dari Gerry. KPK juga sudah menggeledah kantor OC Kaligis dan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
 


(LDS)