Bea Masuk Impor Konsumsi Naik Demi Industri Dalam Negeri

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 24 Jul 2015 07:20 WIB
bea masuk impor
Bea Masuk Impor Konsumsi Naik Demi Industri Dalam Negeri
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menekankan kebijakan pemerintah untuk menaikkan bea masuk impor barang konsumsi seperti es krim, alkohol, sosis, ikan, kopi, kosmetik, pakaian bekas, kutang, mobil, ditujukan untuk melindungi industri dalam negeri.

"Industri dalam negeri saya rasa patut untuk didorong, kalau lagi susah enggak apa-apa proteksi sebentar kok," kata Suahasil ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli 2015.

Suahasil menjelaskan, pemerintah tentu memikirkan bagaimana kebijakan yang paling baik untuk mendorong industri dalam negeri di saat kondisi perekonomian sedang lesu, ditandai oleh turunnya industri manufaktur. Ia mengakui memang nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi karena pasti akan menurunkan daya beli atau konsumsi. Namun ia yakin, akan terkompensasi dengan industri dalam negeri yang terdorong.

"Kita melihat konsumsi dalam negeri akan barang impor itu makin lama makin besar. Mungkin ini saatnya kita membantu mendorong produksi dalam negeri dengan meningkatkan bea masuk," ujar dia.

Senada, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menekankan kebijakan ini juga merupakan bagian dari insentif yang diberikan pemerintah guna mendorong industri dalam negeri. Seperti halnya penghapusan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan mengenakan Pajak Penghasilan (PPh) Impor pasal 22 agar industri dalam negeri tumbuh.

"Konsumsi tetap dijaga namun barangnya dari dalam negeri. seperti diaper (popok sekali pakai), susu formula bayi kan ada yang buatan dalam negeri, supaya mereka gunakan yang dalam negeri," pungkasnya.


(AHL)