Kapolda Papua Diminta Mundur Dari Seleksi Capim KPK, Ini Kata Pansel

Damar Iradat    •    Jumat, 24 Jul 2015 08:03 WIB
capim kpk
Kapolda Papua Diminta Mundur Dari Seleksi Capim KPK, Ini Kata Pansel
Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Destry Damayanti. (MI/Immanuel Antonius)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Destry Damayanti mengatakan, jika permintaan mundur Kapolda Papua Yotje Mende dari capim KPK karena dinilai lalai mencegah kerusuhan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua tidak relevan.

"Proses (seleksi) capim KPK kan tidak sesuatu yang terus menerus. Dan juga, proses terakhir kan tanggal 14 Juli pada saat kita umumkan hasilnya. Setelah itu, boleh dibilang kosong, tidak ada kegiatan," kata Destry kepada Metrotvnews.com, Kamis (23/7/2015).

Destry menilai, permintaan mundur Yontje dari seleksi capim KPK terlalu berlebihan. Karena, proses seleksi capim KPK sudah berlangsung dari beberapa bulan sebelumnya.

"Kalau terus dikaitkan dengan masalah kenapa sampai akhirnya meletus masalah di Tolikara karena Kapoldanya kurang aware, karena ikut capim KPK saya sih lihatnya terlalu berlebihan. Seaindainya pun ada proses, itu pun sudah lama," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane menilai kerusuhan kerusuhan di Tolikara, kata dia, menunjukkan tingkat kepedulian para pejabat Polda Papua sangat rendah. Dengan adanya kasus ini, Kapolda Papua harus berjiwa besar mundur dari capim KPK.

"Sebab keteledoran dan kecerobohan yang dilakukannya sudah membuat keresahan luar biasa. Dengan adanya kerusuhan di Tolikara ini sudah sepantasnya Kapolri mengevaluasi kinerja Kapolda, Wakapolda, dan Intelkam Papua," tutur Neta.


(LDS)