Pertalite, Skenario Pemerintah Kurangi Premium

Husen Miftahudin    •    Jumat, 24 Jul 2015 14:15 WIB
pertalite
Pertalite, Skenario Pemerintah Kurangi Premium
Wakil Presiden Jusuf Kalla. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) hari ini resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Petralite dengan RON 90. Peluncuran ini serentak diberlakukan kepada 101 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Jakarta.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, adanya BBM jenis baru ini membuat konsumen lebih banyak pilihan terhadap bahan bakar yang ingin digunakan. Namun jika ingin kendaraan lebih irit dan ramah lingkungan, sebut dia, maka konsumen akan cerdas untuk lebih memilih BBM dengan oktan yang lebih tinggi.

"Pertalite kan bagus dan memberikan banyak opsi kepada konsumen. Jadi konsumen bisa memilih mau beli yang Ron 92, 95, 90 atau pun Ron 88. Dan saya pikir masyarakat cukup cerdas kalau ingin mobilnya lebih tahan dan lebih awet serta tidak merusak lingkungan, belilah yang oktannya lebih tinggi," ujar Sofyan ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kehadiran Pertalite merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi penggunaan BBM jenis premium yang dirasa memberatkan negara karena menyedot anggaran subsidi yang cukup besar. Terlebih BBM jenis premium tersebut tak baik bagi lingkungan dan kendaraan itu sendiri.

"Iya, berangsur-angsur RON 88 akan dihapus karena itu tidak bagus bagi lingkungan, tidak bagus bagi mobil," paparnya.

Senada, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kehadiran BBM jenis baru ini merupakan strategi pemerintah untuk mengurangi penggunaan premium secara perlahan. Meski begitu, pemerintah akan tetap menghadirkan premium sebagai opsi konsumen dalam menggunakan bahan bakar untuk kendaraan.

"Kan yang butuh bahan bakar itu-itu juga. Tapi dia tidak mungkin beli dua-duanya (Premium dan Pertalite). Dengan ini, pasti berkurang penggunaannya (Premium)," pungkas JK.


(AHL)