Harga Pertalite Ikuti Harga Indeks Pasar

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 24 Jul 2015 14:25 WIB
pertalite
Harga Pertalite Ikuti Harga Indeks Pasar
Pertalite (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) varian baru pertalite nantinya akan mengikuti Harga Indeks Pasar (HIP). Hal ini terjadi lantaran BBM jenis baru ini bukanlah BBM bersubsidi.

Hal ini seperti dibenarkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang bahwa harga BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 ini tergantung dengan Harga Indeks Pasar.

"Tergantung harga indeks pasar. Jadi kalau turun terus berarti nanti harganya kemungkinan turun," kata Ahmad, ditemui saat launching pertalite, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) COCO 31-10202, di Jalan abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Ia menjelaskan penetapan harga ini akan serupa dengan Bahan Bakar Minyak Khusus (BBK) lainnya seperti pertamax, pertamax plus, dan lainnya. Artinya, bila ada perubahan harga dari HIP maka akan ada perubahan terhadap harga pertalite dan BBK tersebut.

Lebih lanjut Ahmad menegaskan bahwa seharusnya Pertamina menjual pertalite di harga Rp8.700 per liter. Namun, karena tengah masa promosi maka pertalite dijual di harga Rp8.400 per liter. "Mestinya jualnya itu di Rp8.700 per liter. Karena masih promo segitu dulu," jelas dia.

Sementara itu, Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengaku, harga pertalite ini masih terjadi fluktuatif. Hal ini terjadi karena pertalite bukanlah BBM bersubsidi. Namun, Wianda menegaskan harga pertalite akan selalu berada di antara RON 88 dan RON 92.

"Ya tergantung fluktuasi, karena ini bukan barang bersubsidi. Ini adalah barang full komersial. Kita akan bisa mendapatkan range. Akan berada (harga) diatas RON 88 dan dibawah RON 92," pungkas Wianda


(ABD)