Venezuela Mulai Hitung Ulang Kertas Suara Pemilihan Presiden

- 30 April 2013 07:08 wib
Reuters/Isaac Urrutia/cs
Reuters/Isaac Urrutia/cs

Metrotvnews.com, Karakas: Komisi Pemilihan Umum Nasional Venezuela (CNE), Senin (29/4), memulai penghitungan-ulang sebagian kertas suara yang diperebutkan dalam pemilihan presiden pada 14 April, yang memberi Nicolas Maduro kemenangan tipis, demikian laporan media setempat.

Proses auditing itu, yang diboikot oleh oposisi, menyeru dewan teknis untuk memeriksa 12.000 kertas suara dalam 30 hari, sebagaimana disepakati pada Jumat lalu (26/4) oleh denias pemilihan umum Venezuela.

Dalam beberapa hari ke depan, para pemeriksa akan dipilih dan dilatih untuk melakukan pemeriksaan secara sebanyak 46 persen kotak suara yang sudah diaudit pada hari pemilihan umum.

Maduro dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan umum dengan total 7.757.704 suara, sementara calon oposisi Hanrique Capriles meraih 7.302.648 suara, selisi 273.056 suara --atau 1,82 persen.

Sistem pemilihan umuM Venezuela secara otomatis mengaudit contoh keras suara, tapi Capriles menyerukan penghitungan-ulang 100 persen kotak suara, dan menyatakan terjadai "kecurangan yang dapat mempengaruhi hasil akhir".

Meskipun penentang Partai Sosialis, yang berkuasa, telah menuntut penghitungan-ulang total, Capriles mengatakan mereka akan memboikot audit tersebut, sebab itu "tidak lengkap".

"Itu adalah audit palsu, sebab itu tidak menghitung buku catatan pemungutan suara," kata Capriles sebagaimana dilaporkan Xinhua, Selasa (30/4).

"Itu seperti orang yang pergi ke pasar swalayan, membayar dan pergi tanpa membawa apa-apa." "Kami menang dalam pemilihan umum tersebut," Capriles berkeras.

Ia menambahkan, "bayang-bayang ketidak-absahan" menyelimuti pemerintahan Maduro. CNE telah berkeras secara hukum tak mungkin untuk melakukan penghitungan-ulang seluruh kertas suara.

Pemilihan umum tersebut menandai untuk kedua kali dalam enam bulan Capriles telah kalah dalam perebutan kursi presiden atas calon dari Partai Sosialis di Venezuela. Pada Oktober, mendiang Presiden Hugo Chavez --yang meninggal pada Maret akibat kanker-- mengalahkan Capriles dengan selisih besar. (Antara)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…