Tarif Bea Masuk Terbentur Impor Pakaian Bekas, Ini Penjelasan Menkeu

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 24 Jul 2015 15:05 WIB
bea masuk impor
Tarif Bea Masuk Terbentur Impor Pakaian Bekas, Ini Penjelasan Menkeu
Menkeu Bambang Brodjonegoro (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masuknya pakaian bekas dalam klasifikasi barang impor yang dikenakan kenaikan tarif bea masuk sebanyak 35 persen dalam PMK Nomor 132/PMK.010/2015 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor dirasa bertabrakan dengan larangan Menteri Perdagangan (Mendag) tentang impor pakaian bekas.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro sebagai pihak yang mengeluarkan PMK menjelaskan, yang berlaku adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tertanggal 9 Juli 2015 di mana efektif berlaku dua bulan setelah diundangkan artinya September mendatang.

Menurut Bambang, ini bukan kesalahan koordinasi, hanya masalah waktu saja. Dirinya menjelaskan, peraturan soal kenaikan tarif bea masuk sebenarnya sudah lama dibuat namun baru ditetapkan kemarin. Sehingga, ketika PMK tersebut ditetapkan ternyata sudah didahului oleh Permendag.

"Menurut saya yang berlaku ya Permendagnya, karena Permendag mengatur barang boleh masuk atau tidak. Jadi Permendag itu dengan otomatis melarang baju bekas itu masuk," kata Bambang, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Ekonom UI ini mengatakan, keputusan Mendag untuk memberhentikan impor pakaian bekas membantu mengurangi penyelundupan. Selama ini, penyelundupan yang terjadi sangat banyak dan memukul industri garmen dalam negeri.

"Banyak kejadian penyelundupan di perbatasan, banyak yang di back-up oleh sebagian Pemda, kelompok masyarakat setempat, karena kesempatan dagang. Akhirnya Mendag mengambil keputusan, ya sudah dilarang saja. Tadinya memang tidak termasuk yang dilarang. Jadi untuk aturan baju bekas sudah clear pakai Permendag ya," pungkasnya.


(ABD)