Menko Sofyan: BBM Ron 92 akan Jadi Oktan Terendah dalam 2 Tahun

Husen Miftahudin    •    Jumat, 24 Jul 2015 15:31 WIB
bbm
Menko Sofyan: BBM Ron 92 akan Jadi Oktan Terendah dalam 2 Tahun
Ilustrasi SPBU. FOTO: MI/RAMDANI

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, saat ini Indonesia merupakan negara pengguna bahan bakar minyak (BBM) dengan oktan terendah. Maka itu, pemerintah terus berusaha mencari cara agar masyarakat Indonesia menggunakan BBM dengan oktan yang lebih tinggi.

BBM jenis premium dengan oktan sebesar 88 adalah bahan bakar yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Harga yang murah mengingat pemerintah memberikan subsidi pada premium membuat masyarakat enggan gunakan BBM beroktan tinggi karena harga yang lebih mahal.

Sofyan mengaku, pertalite merupakan cara pemerintah mengurangi angka penggunaan masyarakat terhadap BBM jenis premium. Meskipun pertalite masih merupakan campuran antara Nafta dan High Octane Mogas Component (HOMC), namun diharapkan bisa menjadi batu loncatan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan masyarakat pada BBM dengan oktan yang lebih tinggi.

"Kalau bisa standarnya makin hari makin ditingkatkan, tapi karena refinery kita yang belum siap, maka terpaksa saat ini RON 88 masih tetap dipertahankan. Tapi kalau dua hingga tiga tahun ke depan begitu refinery kita sudah bagus, tidak perlu lagi RON 88, paling sedikit RON 92 nanti, karena RON 90 pun masih dicampur," ujar Sofyan, ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2015).

Keberadaan pertalite, jelas dia, mampu menghadirkan BBM yang lebih ramah lingkungan dibandingkan premium. Pemerintah pun tak khawatir pengguna pertamax akan beralih pada pertalite. "Saya pikir tidaklah (pengguna pertamax beralih ke petralite). Pertamina sudah menghitung itu," tuturnya.

Soal pertalite berharga Rp8.400 per liter, Sofyan merasa harga tersebut merupakan sebuah pilihan bagi konsumen. Pasalnya, harga petralite merupakan harga pertengahan antara premium dan pertamax. Harga premium saat ini sebesar Rp7.400 per liter, sedangkan pertamax sebesar Rp9.300 per liter.

"Harga pertalite itu tak ada masalah, itu kan pilihan saja. Bagi pemerintah yang penting mayoritas masyarakat memakai premium, itulah yang dijaga pemerintah (untuk beralih)," pungkas Sofyan.

Seperti diketahui, Pertamina hari ini meluncurkan BBM jenis pertalite di 101 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Jakarta. Langkah peluncuran BBM jenis baru ini diharap mampu mengurangi konsumsi BBM jenis premium yang membuat anggaran negara jebol.


(AHL)