Daftar ke KPU, Risma: Itu Urusan Partai

Amaluddin    •    Jumat, 24 Jul 2015 18:40 WIB
pilkada
Daftar ke KPU, Risma: Itu Urusan Partai
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali dicalonkan dalam Pilwali Surabaya, Metrotvnews.com/ Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merupakan calon petahana yang dipasangkan dengan Wisnu Sakti Buana sebagai Calon Wakil Wali kota Surabaya untuk periode 2015-2020. Hingga saat ini, calon yang konon tak tertandingi oleh siapapun ini mengaku belum melakukan persiapan apapun.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya membuka pendaftaran Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Walikota (Cawawali) kota Surabaya pada Minggu (26/7/2015) mendatang. Pendaftaran ditutup pada 28 Juli 2015. Bagaimana persiapan perempuan yang akrab disapa Risma itu?

"Persiapan apa. Gak ada. Itu (pendaftaran ke KPU) bukan urusan saya. Itu kan bukan bagianku," kelit Risma, saat dikonfirmasi awak media di Surabaya, Jumat (24/7/2015).

Menurutnya, pendaftaran tersebut sudah menjadi urusan partai (PDIP). Selain itu, Risma juga enggan berkomentar banyak terkait Pilwali Surabaya yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang. Bahkan, Risma juga enggan mengomentari elektabiltas yang cukup tinggi. Bahkan Risma diprediksi bakal mulus untuk menjabat sebagai Walikota Surabaya untuk dua kalinya.

"Yakin menang opo rek. Dipadane Gusti Allah ae (disamakan dengan Tuhan saja)," elak mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini.

Pilwali Kota Surabaya diprediksi sepi calon. Hingga saat ini hanya pasangan Risma dan Wishnu yang diusung oleh PDIP yang bakal mendaftar sebagai bakal calon di KPU Kota Surabaya. Diprediksi, Pilkada Surabaya hanya ada calon tunggal. Jika sudah demikian, kemungkinan Pemilukada Kota Surabaya akan diundur hingga 2017 mendatang.

Hal ini tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) 12 tahun 2015 yang menyatakan apabila hingga berakhirnya masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah hanya ada satu pasangan calon saja yang mendaftar, maka masa pendaftaran bisa diperpanjang selama tiga hari.

Namun apabila selama masa perpanjangan waktu tiga hari itu tetap hanya ada satu pasangan yang mendaftar atau setidaknya hanya satu pasangan saja yang memenuhi syarat, maka seluruh tahapan dan pemilihan ditunda hingga pemilihan serentak berikutnya atau tahun 2017.


(RRN)