Akhir Pekan, Puncak Arus Balik Terjadi di Kampung Rambutan

Arga sumantri    •    Jumat, 24 Jul 2015 22:20 WIB
lebaran 2015
Akhir Pekan, Puncak Arus Balik Terjadi di Kampung Rambutan
Sejumlah calon pemudik mulai memadati Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Tmur, Kamis (9/7). (FOTO: MI/Galih Pradipta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemudik yang tiba di Terminal Kampung Rambutan H+1 Lebaran 2015 cenderung meningkat. Namun, puncak arus balik pada tahun ini di terminal tersebut diprediksi bakal terjadi akhir pekan ini.

"Diprediksi, Sabtu (25 Juli) dan Minggu (26 Juli) nanti itu jadi puncak arus balik. Karena yang sekolah sudah masuk semua, dan perusahaan-perusahaan juga mulai masuk semua Senin depan," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Laudin Situmorang saat ditemui di kantornya, Jakarta Timur, Jumat (24/7/2015).

Menurut dia, pengelola terminal telah mengantisipasi lonjakan penumpang di puncak arus balik. Mereka mengoperasikan bus di semua perusahaan otobus (PO) di terminal serta TransJakarta selama 24 jam atau yang dikenal dengan istilah Angkutan Malam Hari (Amari).

Sampai hari ini, data menujukkan jumlah penumpang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan sejak H+1 Lebaran cenderung meningkat. Pada H+1 Lebaran, penumpang yang tiba berjumlah 8.694 orang diangkut 515 bus. Pada H+5 kemarin, penumpang yang tiba dari berbagai daerah berjumlah 34.534 orang diangkut 728 bus.

Jumlah ini relatif menurun dibandingkan dengan rentang waktu yang sama pada 2014 lalu. Saat itu, jumlah penumpang yang tiba di Terminal Kampung Rambutan sampai H+5 sebanyak 121.171 orang. Sedangkan, tahun ini dalam rentang waktu yang sama hanya berjumlah 120.095. Terjadi penurunan penumpang sekitar 1.696 orang.

Menurut Laudin, kecenderungan menurunnya jumlah penumpang pengguna bus salah satunya lantaran citra terminal yang kurang aman dan nyaman. Laudin, yang baru mengelola Terminal Kampung Rambutan selama enam bulan mengaku tengah berupaya memperbaiki citra buruk itu.

"Ini sedang terus saya perbaiki, perkembangannya bisa pantau sendiri sekarang, lebih enak. Soal tarif misalnya, saya sudah perintahkan seluruh PO menampilkan secara terbuka daftar harganya. Penumpang bisa lihat langsung harganya" imbuh Laudin.


(OGI)