Kaligis Dituding Dua Kali Beri Uang ke Hakim PTUN Medan

Renatha Swasty    •    Sabtu, 25 Jul 2015 00:24 WIB
oc kaligis tersangka
Kaligis Dituding Dua Kali Beri Uang ke Hakim PTUN Medan
Pengacara Otto Cornelis Kaligis tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/7). (FOTO: ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengacara O.C. Kaligis dituding memberikan uang pada Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Medan Tripeni Irianto Putro. Duit diberikan sebanyak dua kali sebelum sidang gugatan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diajukan Kepala Biro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis.

"Ada malah yang tidak ada Gerry di situ dua kali pemberian duit ke Ketua Pengadilan langsung dari OCK, tanpa ada Gerry," kata Haerudin Massaro, penasihat hukum anak buah Kaligis, M. Yagari Bhastara alias Gerry, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2015).

Haerudin mengatakan, uang dua kali diberikan pada saat pendaftaran perkara. Sebetulnya ada lagi uang yang ingin diberikan setelah itu, tapi tidak jadi. "Harusnya tiga kali, tapi yang satu ditolak, kata Gerry," ujar Haerudin.

Namun, dia tak merinci jumlah uang yang diberikan Kaligis terhadap Tripeni. Haerudin menduga, uang yang diberikan berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang saat itu tengah mengajukan gugatan.

"Itu yang Gerry tidak cerita. Yang pasti, duit yang untuk lawyer fee kan dari sana, dari pihak Pemprov langsung ke OCK," pungkas dia.

Razman Arif Nasution, penasihat hukum Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susianti, membenarkan Evy sering memberi uang kepada Kaligis. Tapi, dia membantah uang yang diberikan Evy untuk menyuap hakim PTUN.

"Dia punya suami ingin kinerja Pemda enggak terganggu, keluarkan dana untuk lawyer fee, operational fee, bukan untuk menyuap hakim," kata Razman di Gedung KPK, Rabu 22 Juli lalu.

Diketahui, O.C. Kaligis and Associates adalah kuasa hukum pribadi Gatot Pujo Nugroho. Sebelum ditangkap KPK, Gerry bekerja di kantor pengacara itu tengah menangani pemohonan Pemerintah Provinsi Sumut yang diajukan Kepala Biro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis ke PTUN Medan.

Dalam perkara itu, Fuad Lubis memenangkan perkara. Diduga, ada uang suap yang diberikan ke hakim supaya pemohonan diterima. Pasalnya, saat penangkapan Gerry, panitera, dan tiga hakim PTUN Medan, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan tersangka terhadap Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro, Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting, Pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry, dan Panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat sekretaris PTUN Medan. Belakangan, O.C. Kaligis juga ditetapkan sebagai tersangka.

 


(OGI)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA