Ekspor Beras Thailand Menyusut 13% di Tahun ini

Arif Wicaksono    •    Sabtu, 25 Jul 2015 17:57 WIB
beras
Ekspor Beras Thailand Menyusut 13% di Tahun ini
beras (ANT,Trisnadi)

Metrotvnews.com, Bangkok: Thailand terancam kehilangan predikatnya sebagai produsen beras terbesar di dunia karena kegagalan kebijakan pemerintah dan sejumlah petani yang menghadapi beban utang yang tinggi.

Dilansir dari Nikkei , Sabtu (25/7/2015), Asosiasi Eksportir Beras Thailand memperkirakan ekspor beras akan jatuh  13 persen ketimbang tahun lalu atau mencapai 9,5 juta ton di tahun ini. Revisi ini di bawah dari prediksi sebelumnya, angka ini di bawah ekspor beras India yang diprediksi mencapai 11 juta ton.

Bencana kekeringan diprediksi menjadi penyebab dari turunnya ekspor beras Thailand. Bahkan pertumbuhan sektor agrikultur Thailand mencapai minus 4,2 persen di enam bulan pertama tahun ini.

Selain itu kebijakan pemerintahan Yingluck Shinawatra yang membeli beras 50 persen dari harga pasar ini juga menyebabkan kekurangan ekspor beras. Hal ini membuat minimnya pasokan beras karena pembeliannya mencapai 40 persen dari populasi Thailand. Kebijakan tersebut tak ayal menaikkan harga beras yang menurunkan tingkat kompetitif beras Thailand di pasar ekspor.

Asosiasi ini juga menyebutkan kehilangan dari sistem ini mencapai 537 miliar bath atau mencapai USD15,37 Juta di Februari 2015. Biaya pemeliharaan untuk penyimpanan beras mencapai dua juta bath per bulan.

Akibatnya, Pemerintah Thailand juga tidak dapat menyediakan beras segar untuk Tiongkok dan negara lainnya.
Sekadar diketahui, rezim militer yang mengkudeta Thailand di Mei 2014 mulai melakukan kebijakan untuk menunda penanaman padi melakukan penyaluran air kepada petani. Akan tetapi kebijakan ini malah menjebak petani menjadi berutang.

Banyak dari mereka yang sudah membeli bibit dan pupuk serta berutang untuk menghidupi kebutuhan mereka. 

Peneliti di University of  Thai menuturkan GDP Thailand akan tumbuh 3-4 persen di 2015 dan diperkirakan bencana kemarau akan menurunkan GDP hingga 0,5 poin.  

 


(SAW)