Soal Gereja di Jatinegara, Ahok: Rumah Ibadah Lama Harus Dibantu

Intan fauzi    •    Sabtu, 25 Jul 2015 23:00 WIB
ahok
Soal Gereja di Jatinegara, Ahok: Rumah Ibadah Lama Harus Dibantu
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Foto: MI/Atet Pramadia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta tidak membongkar Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Jatinegara. Bahkan, gereja tersebut akan dibantu proses perizinannya.

Pasalnya, rumah ibadah yang dibangun sebelum tahun 2006 harus dibantu proses perizinannya. Hal ini diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 tahun 2006/No. 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, belum dibuat.

"Mereka sudah beribadah sejak tahun '72. Nah kalau enggak salah ada buku dari Kanwil agama untuk rumah ibadah, yang berlangsung sebelum tahun 2006 harus kita bantu, beda kalau yang baru mau membuat gereja," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2015).

Bahkan, menurut mantan Bupati Belitung Timur itu banyak rumah ibadah lama tak berizin. "Kalau mau bicara jujur semua masjid-masjid bikin dari rumah, apa kita mesti tutup? Maka ada surat Kanwil rumah ibadah sebelum tahun 2006 harus dibantu. Yang mau bikin baru nanti dulu," jelas Ahok.

Untuk perizinan gereja di Jatinegara, Pemprov DKI akan memperjelas peruntukkannya. Sambil berjalan proses tersebut, Ahok menjamin jalannya ibadah tak terganggu.

"Solusinya kami akan bantu beresin izinnya. Tetep jalan ibadahnya," tegas Ahok.

Sebelumnya, Ahok pernah menyatakan akan membongkar gereja di Jatinegara itu karena dulunya adalah bangunan untuk tempat tinggal. Sebab, belakangan bangunan tersebut beralihfungsi menjadi tempat ibadah.


(DRI)