Dua Kampus di Jabar Terindikasi Lakukan Perkuliahan Tak Sesuai

Husen Miftahudin    •    Minggu, 26 Jul 2015 15:31 WIB
pendidikan
Dua Kampus di Jabar Terindikasi Lakukan Perkuliahan Tak Sesuai
Menristek Dikti M Nasir saat jumpa pers--Foto: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir mengakui, saat ini terdapat dua kampus yang terindikasi melakukan perkuliahan yang tak sesuai.

Hal ini lantaran dua kampus tersebut melakukan perkuliahan hanya selama dua tahun untuk meluluskan mahasiswanya menjadi sarjana.

"Misal untuk menempuh S1 itu kan sekitar 144 SKS (Satuan Kredit Semester). Paling tidak harus delapan semester (empat tahun). Kalau 1-2 tahun langsung lulus, pasti perguruan tinggi itu bermasalah," ujar Nasir saat mengunjungi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru jalur mandiri Universitas Diponegoro (Undip) di SMKN 29, Jalan Prof Joko Sutono SH No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (26/7/2015).

Namun sayangnya, Nasir tak mau menyebut kedua kampus di Jawa Barat yang terindikasi melakukan tindak pelanggaran perkuliahan tersebut. Pasalnya, kedua kampus itu kini sedang dalam pemeriksaan oleh pihak Kemenristek Dikti.

"Kalau terbukti melakukan tindak kecurangan, maka akan kita berikan sanksi pembekuan perkuliahan seperti tiga kampus yang di Jawa Timur," paparnya.

Seperti diketahui, sebelum Hari Raya Idul Fitri, pihak Kemenristek Dikti telah melakukan pembekuan terhadap tiga kampus yang melakukan kecurangan proses pembelajaran. Ketiga kampus tersebut adalah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo Malang, IKIP Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jember dan Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.

"Ini ditengarai tidak melakukan (proses perkuliahan) yang wajar. Tiga perguruan tinggi itu dibekukan. Dan kalau statusnya nonaktif, (tiga perguruan tinggi itu) tidak boleh terima mahasiswa baru hingga (masalahnya) selesai," kata Nasir.


(MBM)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA