Calon Bupati Independen Malang Daftarkan Diri ke KPU Naik Vespa

Aditya Mahatva Yodha    •    Minggu, 26 Jul 2015 15:54 WIB
pilkada serentak
Calon Bupati Independen Malang Daftarkan Diri ke KPU Naik Vespa
Foto: Pasangan Nurcholis-Muhammad Mufidz mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang menggunakan Vespa/MTVN_Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu 26 Juli, resmi membuka pendaftaran calon kepala daerah untuk pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar 9 Desember 2015. KPU Kabupaten Malang, Jawa Timur, pun menerima pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Malang dari jalur independen (nonPartai politik) Nurcholis dan Muhammad Mufidz.

Pantauan Metrotvnews.com, pasangan Nurcholis- Mufidz mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Malang menggunakan Vespa dari Paguyuban Vespa dan simpatisan. Iring-iringan calon Bupati ini pun meramaikan jalan raya menuju kantor KPU Kabupaten Malang.

"Hari pertama, baru satu pasang calon dari calon perseorangan yang daftar yaitu Nurcholis-Mufidz," kata Ketua KPU Kabupaten Malang Santoko kepada Metrotvnews.com di kantor KPU Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (26/7/2015).

Hingga berita ini disusun, baru pasangan Nurcholis-Mufidz yang mendaftarkan diri untuk maju pada Pilkada serentak akhir tahun ini. Santoko mengatakan pihaknya menerima laporan bahwa tim pemenangan kandidat calon Bupati Malang lainnya akan mendaftarkan diri pada Senin 27 Juli esok.

"Untuk Pasangan Rendra Kresna-Sanusi koalisi Partai NasDem dan PKB rencananya besok dijadwalkan pukul 09.00 WIB ke KPU. Sementara Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi dari PDIP akan datang pukul 12.00 WIB," ujar Santoko.

KPU membuka pendaftaran calon kepala daerah pukul 08.00-16.00 WIB. Sementara masa verifikasi akan dilaksanakan pada 4-10 Agustus 2015.

"Ketentuan lolos tidaknya calon menjadi peserta Pilkada akan diumumkan pada 10 Agustus," katanya.


(TTD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

6 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA