Wisatawan Asing Terpukau Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman

Ahmad Mustaqim    •    Minggu, 26 Jul 2015 20:13 WIB
tradisi
Wisatawan Asing Terpukau Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman
Sejumlah penari perempuan turut memeriahkan Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman 2015 di Yogyakarta, Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Lima perempuan berparas cantik bersama empat lelaki menari dengan lincah di Jalan Prawirotaman, Kota Yogyakarta, Minggu (26/7/2015) sore. Dengan iringan musik semidisko, mereka menari seakan mengajak penonton di kampung yang didominasi wisatawan asing itu, ikut menggerakkan anggota badan.

Selain tujuh penari, gelaran bertajuk Fashion on the Street yang menjadi bagian dari Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman 2015 ini juga menampilkan puluhan remaja yang mengenakan busana yang mengambil tema jajanan pasar.

Di sepanjang jalan itu, tampak puluhan wisatawan asing berada di antara kerumunan wisatawan lokal. Pantauan Metrotvnews.com, para wisatawan itu begitu menikmati acara tersebut. Hampir setiap dari mereka mengabadikan dengan mengambil gambar.

Reinier Jobse, wisatawan asal Belanda mengaku takjub melihat suguhan budaya di Prawirotaman. Menurutnya, apa yang tersuguhkan dalam acara itu begitu komplet untuk ia nikmati.

"Ya, saya sangat suka. Seni budaya Indonesia sangat komplet," kata Reinier kepada Metrotvnews.com dengan senyum lebar.


(Atraksi naga memeriahkan Festival Seni dan Kirab Budaya Prawirotaman 2015 di Yogyakarta, Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim)

Reinier yang datang bersama dua anaknya, Daan Jobse dan Dim Jobse, juga mengapresiasi pertunjukan teatrikal dalam acara tersebut. Pertunjukan teatrikal di acara tersebut menyuguhkan pertempuran antara Indonesia melawan Belanda.

"Saya suka (Presiden) Sukarno. Saya suka dengan budaya Indonesia," ucapnya.

Tak cukup sampai di situ. Lantaran menyuguhkan tema jajanan pasar, Reinier lalu berujar kalau dirinya begitu menyukai beragam makanan Indonesia. Termasuk jajanan pasar. "Traditional food in Indonesia is good," kata dia.

Koordinator Fashion on the Street, Lia Mustafa berujar, sebanyak enam desainer muda terlibat menampilkan hasil karyanya. Baginya, pemilihan tema jajanan pasar bertujuan memperkenalkan dan memasyarakatkan kembali beragam makanan tradisional Yogyakarta yang dikemas dalam bentuk gelaran fashion itu.

"Memang sengaja dan tujuannya untuk membuat masyarakat tertarik pada budaya Yogyakarta, khususnya jajan pasar, seperti cenil, semar mendem, lemper dan beberapa lainnya," ujarnya.

Sebelum Fashion on the Street dimulai, festival dibuka dengan kirab beragam pertunjukan budaya. Mulai dari barisan bregada (pasukan berbusana pasukan Jawa), barongsai, naga, tari topeng, jathilan, pasukan kera layaknya Anoman dalam tokoh pewayangan, serta komunitas sepeda dan becak.

"Saya kira memang sangat tepat diadakan di Prawirotaman ini. Harapannya masyarakat lokal dan internasional bisa menyaksikan dan memperkenalkan budaya di mata dunia internasional," kata Ketua Penyelenggara III, Joko Pilantoro menambahkan.
 


(RRN)