Mendagri Optimis Calon Tunggal di Pilkada Serentak Dapat Teratasi

Ilham wibowo    •    Senin, 27 Jul 2015 02:47 WIB
pilkada serentak
Mendagri Optimis Calon Tunggal di Pilkada Serentak Dapat Teratasi
Tjahjo Kumolo di Kementerian Keuangan/Metrotvnews.com/Husen Miftahuddin.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo optimis pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tetap dilaksanakan pada waktu yang telah dijadwalkan. Pemerintah juga optimis, permasalahan daerah yang berpotensi hanya memiliki calon tunggal dapat segera diatasi.

"Pemerintah optimis, saya kemarin monitor di Surabaya nyatanya bisa juga selesai, ada calon juga. Semalam sampai pukul 09.00 WIB di Surabaya masih belum jelas, tau-tau sudah selesai," tutur Tjahjo dalam acara Prime Time News, Metro TV, Minggu (26/7/2015).

Politisi PDIP itu yakin permasalahan terkait daerah yang hanya memunculkan satu pasang calon dapat teratasi. Dalam catatannya hanya 15 daerah tingkat kota/Kabupaten yang berpotensi memiliki satu calon tunggal, dan itu tak akan menghambat proses pelaksanaan Pilkada serentak.

"Saya yakin di semua daerah, catatan kami sementara ini yang memuculkan ada 15 daerah, itu ditingkat kota/kabupaten yang berpotensi calon tunggal, tetapi juga toh saya tetap optimis," tuturnya.

Diketahui, Pilkada tak akan berjalan jika hanya ada satu calon tunggal. Kemendagri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menunda pelaksanaan pilkada setidaknya 13 hari usai batas akhir pendaftaran.

"Kalau hanya ada satu calon maka pilkada ditunda sepuluh hari, kemudian ada 3 hari lagi untuk penambahan waktu pendafaran calon, jika dari semua itu belum juga ada calon lain, maka pilkada akan ditunda hingga periode berikutnya," ujar Tjahjo sebelum meninggalkan Madura, usai menghadiri Mubes Masyarakat Madura di Bangkalan, Sabtu (25/7/2015) siang.

Menurut dia, jika harus ditunda, maka posisi kepala daerah akan diisi oleh pejabat sementara. Adapun pejabat sementara yang diambil dari mutasi staff.

"Ini sudah sesuai Undang-undang, dan kami sudah kordinasi dengan KPU," imbuh dia.


(REN)