Pertamina: 3 Hari Konsumsi Pertalite Meningkat

Annisa ayu artanti    •    Senin, 27 Jul 2015 12:14 WIB
pertalite
Pertamina: 3 Hari Konsumsi Pertalite Meningkat
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Herman Dewantoro)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) mencatat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite selama tiga hari pasca peluncurannya menunjukkan peningkatan yang baik, bahkan terbilang signifikan.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku akan melihat perkembangan terlebih dahulu sebelum melakukan penambahan volume kepada tiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mengingat saat ini masih dalam tahap tes pasar.

"Dengan rencana pasokan yang ada ini dulu kita lihat perkembangannya. Ini kan baru di tes pasar. Kita lihat evaluasinya. Tapi sejauh ini tanggapan pasar cukup bagus. Kalau responsnya bagus tentu akan kita naikan terus (volumenya)," kata Dwi, saat halal bihalal, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Tak dipungkiri saat ini kuota volume untuk 101 SPBU yang menjual BBM jenis pertalite masih sebanyak 5.000 Liter. Namun Dwi menekankan bahwa Pertamina siap melakukan penambahan volume jika permintaan pertalite memang tinggi di suatu SPBU.

"Kalau di sana (suatu SPBU permintaan pertalite) kencang tentu kita akan tambah," ujar dia.

Sementara itu, hal senada juga diutarakan Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro. Ia mengaku bahwa terjadi peningkatan yang luar biasa pada Sabtu dan Minggu kemarin. Untuk wilayah Jawa bagian barat termasuk Jabodetabek, konsumsi pertalite mengalami peningkatan sebanyak 88,9 persen.

"Bagus. Peningkatan luar biasa saat Sabtu-Minggu bahkan dari Jumat, melonjak tajam. Bahkan DKI itu melonjak 24 sampai 25 Juli itu 88,9 persen di Jawa bagian barat," pungkas Wianda.


(ABD)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

14 hours Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA