Per 1 Mei, Warga DKI Bisa Bayar PBB di Kantor Pos

- 03 Mei 2013 08:18 wib
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) melakukan transaksi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kantor Pos Pasar baru, Jakarta-ANTARA/Hendra Nurdiyansyah/bo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) melakukan transaksi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kantor Pos Pasar baru, Jakarta-ANTARA/Hendra Nurdiyansyah/bo

Metrotvnews.com, Jakarta: Mulai 1 Mei 2013, warga DKI Jakarta bisa membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) di seluruh kantor pos di kawasan Ibu Kota dan mobil pos keliling di titik-titik tertentu.

Sebelumnya, pembayaran PBB untuk kawasan DKI Jakarta hanya bisa dibayarkan di empat bank yaitu Bank DKI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank BNI.

"Mulai 1 Mei, warga DKI Jakarta dapat membayar PBB di seluruh Kantor Pos yang tersebar di lima wilayah Kota adya Jakarta beserta mobil keliling pos yang telah disiapkan pada titik-titik tertentu," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Basuki Tjahaja Purnama, Kamis (2/5).

Ahok menambahkan pihaknya melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS)dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk pembayaran PBB DKI pada 15 April 2013.

Dalam PKS tersebut dinyatakan mulai 1 Mei 2013, secara resmi dan serentak seluruh Kantor Pos di Indonesia, termasuk di Jakarta sudah dapat menerima pembayaran PBB Pedesaan dan Perkotaan (P2) DKI.

Peresmian dimulainya pembayaran PBB P2 DKI Jakarta di seluruh kantor pos di Jakarta dilakukan di Kantor Pos Pusat, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5).

Ahok melakukan simulasi layanan pembayaran PBB DKI Jakarta. Terlihat para petugas kantor pos melayani Ahok dalam melakukan pembayaran PBB.

Dan dalam waktu 5 menit, PBB Ahok sudah selesai dibayarkan dan sudah tertera dalam database Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI.

“Saya senang dengan kerja sama ini. Sebab, kinerja kantor pos tidak perlu ditanyakan lagi dalam melayani warga Jakarta, dan Indonesia secara umum. Apalagi outlet kantor pos di Jakarta mencapai ratusan, sehingga warga Jakarta semakin mudah dan dekat membayarkan PBB tepat waktu,” kata Ahok.

Bahkan Ahok merencanakan kerja sama dengan PT Pos Indonesia tidak hanya pada pembayaran PBB. Melainkan juga akan mencoba pembayaran pajak restoran, hiburan, dan pajak daerah lainnya.

“Kinerja Kantor Pos ini luar biasa. Maka kita akan tingkatkan kerja samanya tidak hanya pada pembayaran PBB. Kita coba seluruh jenis pajak daerah dapat dibayarkan di kantor pos,” lanjutnya.

Direktur Teknologi dan Jasa Keuangan PT Pos Indonesia Budi Setiawan mengatakan untuk membayar PBB P2 DKI Jakarta di Kantor Pos caranya sangat mudah.

Warga tinggal datang ke Kantor Pos terdekat lalu menunjukkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2 atau menyebutkan Nomor Objek Pajak (NOP) 18 digit. Kemudian setorkan pembayaran sesuai dengan kewajiban yang harus dibayar.

“Sistem kita ini online secara real time ke sistem Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI. Jadi jika warga membayar PBB di Kantor Pos maka datanya langsung muncul di sistem Dinas Pelayanan Pajak DKI pada jam yang sama dia membayar. Jadi jangan khawatir datanya tidak terekam di DPP DKI,” jelasnya. (Selamat Saragih)

()

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali tetap tak menghadiri Musyawarah Kerja Nasional…