Razman: Evy Susanti Istri Sah Gubernur Gatot

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 27 Jul 2015 15:41 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Razman: Evy Susanti Istri Sah Gubernur Gatot
Istri muda Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti (berjilbab). Foto: MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Teka-teki siapa Evy Susanti terjawab sudah. Evy merupakan istri muda Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Evy merupakan istri sah Gatot, baik secara agama maupun negara. 

"Beliau berkenalan dengan Pak Gatot tahun 2009. Posisi Gatot masih Wakil Gubernur. Jadi bukan karena seketika, tapi sudah lama berkenalan," kata Pengacara Pribadi Gatot, Razman Arief Nasution, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).

Bekas narapidana ini memastikan status pernikahan Gatot-Evy sah secara agama dan negara. Sebelum menikah dengan Evy, politikus Partai Keadilan Sejahtera ini diketahui telah memiliki istri bernama Hj Sutias Handayani.

"Semuanya itu insya Allah dalam koridor agama. Pernikahan ini sah secara agama dan sah secara negara," ujar Razman. Nama Evy menjadi teka-teki setelah namanya muncul dalam satu dari enam orang yang dicegah KPK terkait kasus dugaan suap terhadap hakim PTUN Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan ada aturan yang melarang kepala daerah berpoligami. Di era Soeharto, pemerintah melarang keras kepala daerah punya istri lebih dari satu. "Aturannya sih secara resmi tidak boleh ya setahu saya," kata Tjahjo, Kamis 23 Juli.

Gatot dan Evy hari ini dipanggil KPK. Keduanya diperiksa sebagai saksi tersangka kasus suap, M Yagari Bhastara alias Gerry, anak buah advokat OC Kaligis. Evy diketahui aktif memberikan uang kepada OC Kaligis yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap itu.

Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus Dana Bansos dan BDB Sumut sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, dia dan dua rekannya, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Pada saat ditangkap, penyidik KPK mengamankan uang USD15 ribu dan SGD5 ribu dari ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga saat itu mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry yang menjadi pengacara Ahmad Fuad.

Dari hasil pemeriksaan, Gerry diduga selaku penyuap dinilai melanggar Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 54 Ayat 1 dan Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Tripeni, Amir dan Dermawan diduga sebagai penerima suap selaku majelis hakim disangka Pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau Pasal 6 Ayat 2 atau Pasal 5 Ayat2 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

Syamsir Yusfan disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat 1 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1.

KPK terus menelusuri dari mana sumber suap ini berasal. Lembaga antikorupsi berkeyakinan, uang yang ditemukan bukan berasal dari Gerry. KPK akhirnya menggeledah kantor OC Kaligis dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Dari hasil pengembangan, KPK kemudian menetapkan OC Kaligis sebagai tersangka. Dia diduga melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 Tahun 2010 jo Pasal 64 ayat 1 jo Pasal 55 ayat 1 KUHPIdana. 


(DOR)

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

Penyakit Novanto Kembali Bertambah

3 hours Ago

Setyo menduga vertigo yang diderita Novanto berasal dari penyakit sinusitisnya.

BERITA LAINNYA