Empat Saksi untuk Waryono Kompak Jawab Tak Tahu

Meilikhah    •    Senin, 27 Jul 2015 15:45 WIB
kasus korupsi
Empat Saksi untuk Waryono Kompak Jawab Tak Tahu
Waryono Karno dalam persidangan Tipikor--Foto: MTVN/Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat staf dan karyawan SKK Migas yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Waryono Karno, kompak menjawab tak tahu atas pertanyaan hakim Tipikor. Keempat saksi adalah Hardiono, Asep Permana, Hermawan, dan Tri Kusuma Lidya.

Keempatnya mengaku, tak tahu isi paper bag yang diberikan Rudi Rubiandini ke Waryono adalah uang.

Orang pertama yang mendapat pertanyaan tersebut dari hakim adalah Hardiono. Staf ahli SKK Migas itu mengaku tak tahu isi paper bag yang dititipkan Hermawan kepada dirinya untuk Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karno.

"Saya tidak tahu (paper bag) isinya apa. Saya hanya menyampaikan apa yang dikatakan Hermawan kalau 'ini titipan pak Rudi untuk pak Sekjen' saya sampaikan itu saja yang mulia," aku Hardiono, dalam sidang lanjutan terdakwa Waryono Karno, di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).

Saksi Hermawan yang ditugaskan mengantarkan titipan paper bag berlakban hitam itu juga mengaku tak mengtahui isi titipan tersebut. Dia juga mengatakan tak ada komunikasi antara dirinya dan Hardiono saat bertemu mengantarkan titipan.

Hermawan mengaku, dia diminta mengantarkan dokumen dalam paper bag itu atas suruhan Tri Kusuma Lidya yang diperintahkan Rudi Rubiandini untuk mengantarkan `pesanan` itu ke Waryono Karno.

"Waktu itu saya diminta bu Lidya mengantarkan titipan pak Rudi untuk pak Sekjen atau pak Hardiono yang ada di ruang rapat," kata Hermawan.

Saat hakim menanyakan apa isi paper bag itu, Hermawan mengaku, tak tahu menahu soal isi paper bag yang diberikan Lidya kepadanya untuk disampaikan ke Waryono Karno.

Atas kesaksian berbelit dan jawaban tak tahu dari sebagian besar saksi, majelis hakim yang diketuai Hakim Artha Teresa naik pitam. Dia mengutarakan kejengkelannya pada saksi dengan mengingatkan, ada konsekuensi yang ditimbulkan jika saksi menyampaikan keterangan palsu.

"Enggak mungkin (tak tahu) kecuali ada yang ditutupi. Kalau memang tidak melakukan sesuatu ya tidak perlu ditutupi. Saya bukan menakuti, tapi jika nanti fakta sebenarnya ketahuan, saya tidak bisa menjamin Anda para saksi," katanya.

Ia menambahkan, "Kalaupun (sanksi) tak sampai pada Anda, bisa jadi nanti (imbasnya) terjadi pada anak-anak Anda," jelas Hakim Artha Teresa.


(MBM)