Hindari Perpeloncoan, SMPN 266 Jakarta Lakukan MOS di Kelas

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 27 Jul 2015 15:52 WIB
pendidikan
Hindari Perpeloncoan, SMPN 266 Jakarta Lakukan MOS di Kelas
Salah satu pelajar inklusif dikelilingi temannya. (Foto: MTVN/LB Ciputri Hitabarat)

Metrotvnews.com, Jakarta: SMP Negeri 266, Pondok Labu, Jakarta Selatan mengelar Masa Orientasi Sekolah (MOS) di dalam kelas. Masa pengenalan sekolah itu tanpa diwarnai penggunaan atribut yang kerap dilakukan sekolah lain.
 
"Sejak tahun lalu sudah enggak ada yang kayak gitu (MOS bawa-bawa atribut)," kata Kepala Sekolah SMP Negeri 266, M. Khotim kepada Metrotvnews.com di Jalan Kayu Kapur, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).
 
Khotim menjelaskan, kegiatan MOS hanya diisi dengan pengenalan. Sebab, MOS hakikatnya memang diperuntukan bagi siswa yang ingin mengenal lingkungan sekolah. "Kebanyakan di kelas, jadi biar kenal satu sama lain dan guru-guru juga," ujarnya.
 
Selain itu, SMP Negeri 266 menerima lima siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan MOS disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Contohnya pada kelas 7-9 terdapat satu murid bernama Tiara yang tunanetra.
 
Kegiatan MOS di dalam ruangan, Tiara berbaur dengan teman-teman sekelasnya. Guru yang memandu saat itu, Florentine Atik, mengajarkan anak reguler lainnya untuk saling memahami kondisi tanpa membeda-bedakan fisik.
 
"Tiara bisa baca teman-teman, tapi dengan huruf Braille," seru Atik kepada murid-murid. Lalu Tiara disuruh menunjukkan huruf Braille yang dipakainya kepada teman sekelasnya. Sontak keadaan kelas menjadi ramai dan penuh kebersamaan karena rasa saling ingin tahu.
 
Terlihat banyak siswa yang masih mengenakan baju SD: putih merah. Tak terlihat embel-embel MOS di baju pelajar seperti MOS pada umumnya. Sementara itu, aktivitas di dalam kelas lebih ditekankan untuk pengenalan sesama teman serta guru-guru yang ada.
 
"Habis ini ada kegiatan olahraga dan baris berbaris. Itu saja kegiatan MOSnya," ujar Atik.


(FZN)