Polsek Gambir Sangkal Polisi Tembak Safira

- 03 Mei 2013 20:54 wib
Ilustrasi -- Dok MetroTV
Ilustrasi -- Dok MetroTV

Metrotvnews.com, Jakarta: Polsek Gambir belum bisa memastikan kasus peluru nyasar di kaki Safira Raudatul Jannah, 14, merupakan milik anggota kepolisian. Kepolisian pun mengaku tetap terus memproses kasus ini. Pemeriksaan kamera pengawas dan uji balistik telah dilakukan.

Kepala Polsek Gambir AKB Tatan Dirsan bahkan sudah menegaskan, pihak yang dituding melontarkan peluru ke kaki korban itu bukanlah anggotanya sebagaimanya yang dilaporkan korban. Tempat Kejadian Perkara (TKP) katanya sudah bukan di Jl Cideng yang merupakan wilayah patroli Polsek Gambir, tetapi di Jalan Suryopranoto yang sudah masuk ke wilayah Polres Jakarta Barat.

"Itu bukan anggota kami, bukan dari Polsek Gambir. Pemeriksaan CCTV dan keterangan saksi-saksi juga tak menemukan indikasi itu," ujarnya kepada Media Indonesia di Jakarta, Jumat (3/5).

Dia menjelaskan, penyelidikan yang dilakukan pihaknya sudah menyita kamera pengawas di sekitar lokasi SPBU di dekat lokasi kejadian. Akan tetapi, penampakan mobil yang diduga digunakan pelaku itu sendiri tak jelas. Jaraknya dari kamera jauh. Hanya bagian sisi kiri mobil Toyota Avanza yang terekam kamera. Pelat nomor pun tak tampak.

"Kami mesti punya bukti dulu untuk (menyatakan identitas pelaku) itu. Kami belum bisa pastikan itu siapa," tambah dia.

Pihak Polsek Gambir pun mengaku tak mengabaikan kasus tersebut. Permintaan keterangan dari sejumlah saksi juga dilakukan. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) pun telah diberikan kepada pihak korban. "Kami siap lanjut terus memproses kasus ini. Kan namanya juga utang, mas," seloroh Tatan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat AKB Rahmat menambahkan, kasus tetap berjalan sambil menunggu hasil uji balistik proyektil yang pernah bersarang di kaki Safira. Dari situ, katanya, bisa diketahui petunjuk pihak mana yang melontarkan peluru itu.

Walau begitu, ia tak bisa memastikan kapan proses pengujian ini selesai. "Informasi tetap dikumpulkan. Penyidikan ini kan enggak semudah membalikkan telapak tangan," ucap dia.

Kasus Safira itu bermula saat ia dan sembilan orang temannya pergi ke SPBU di Jl Cideng, 10 Maret lalu, sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, para pelaku balap liar terbirit-birit membubarkan diri lantaran dikabarkan ada patroli polisi. Korban yang merasa tak bersalah tetap di lokasi.

Mereka lantas melanjutkan perjalanan. Ketika itulah tampak dua unit mobil berwarna hitam. Kesaksian korban menyebut, seseorang yang memakai setelan baju putih dan jaket hitam melepaskan dua kali tembakan di arah belakang Safira. Yang pertama diarahkan ke udara, yang kedua ke arah jalan.

Terus melaju, Safira baru menyadari ada rasa panas dan nyeri di kakinya. Oleh temannya, ia dibawa ke RS Fatmawati. Pihak RS malah meminta surat keterangan dari kepolisian atas luka tembak di kaki kiri Safira. Sang ayah korban mendapatkan surat itu dari Polsek Gambir. Operasi pengangkatan proyektil pun dilakukan.

Kini, orangtua korban melakukan pengaduan ke Komnas PA atas kasus yang dinilai mereka mangkrak. Mereka mengaku tak menerima pemberitahuan perkembangan kasus apapun dari kepolisian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menimpali, kepolisian pada prinsipnya mempersilakan setiap warga negara mengadukan kepada pihak manapun. Hanya saja, keluarga korban dia imbau untuk menagih perkembangan kasus kepada pihak penyidik langsung. "Tanyakan saja sampai dimana penyelidikan. Anggota juga wajib menjelaskannya," akunya. (Arif Hulwan)

()

SEKRETARIS Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengungkapkan forum Musyawarah Kerja Nasional…