Ini Pengakuan Karyawan yang Disekap Home Industri

- 04 Mei 2013 13:25 wib
Ilustarsi---guardian.co.uk
Ilustarsi---guardian.co.uk

Metrotvnews.com, Tangerang: Salah satu pekerja yang tidak mau disebut namanya mengaku bahwa dirinya sudah enam bulan bekerja di perusahaan yang digerebek polisi, karena mempekerjakan karyawannya secara tidak manusia.

"Saya bekerja sudah enam bulan, kerjanya dari jam 6 sampai jam 20.00 Wib, dengan gaji Rp600 ribu per bulan," kata dia.

Bila tidak mau kerja, tambahnya,  ia akan dipaksa, bahkan sampai dianiaya. Dia dan teman-teman hanya diberi makan satu kali  sehari semalam dengan lauk tempe.

Salah satu home industri yang tidak memiliki izin usaha dan mempekerjakan karyawannya dengan tidak manusiawi itu, Jumat (3/5) sore, digerebek petugas Polresta Kabupaten Tangerang.

Penggrebekan di rumah yang dijadikan tempat usaha penggorengan itu, Jalan Bayur Ropak, RT 3/4, Kampung Bayur Ropak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, berawal dari Laporan Andi Gunawan, salah satu karyawan  yang melarikan diri dari home idustri tersebut karena tidak tahan kerap diperlakukan Kasar.

Sesampai di Kampung halaman di Lampung, lelaki itu di dampingi saudaranya melapor ke Polres Lampung Utara dan Komnas Ham setempat. Bahwa mereka sering dianiaya  bila dinilai malas bekerja.

Dengan begitu, Polres Lampung Utara berkoordinasi dengan Polresta Tangerang untuk menindak lanjuti.

"Saat digrebek, kami juga menemukan 25 orang pekerja lainnya dengan kondisi memprihatinkan. Bahkan di antara karyawan yang mayoritas berasal dari Lampung itu ada juga yang masih di bawah umur," Kata Kasat Reskrim Polresta Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Besar, Shinto Silitonga.

Berdasarkan pengakuan para karyawan, Kata Kasat,  disaat mereka baru masuk kerja telepon seluler disita dengan alasan supaya tidak hilang. Selain itu juga ditempatkan di bilik yang gelap dan pengap, sehingga kondisinya memprihatinkan.

Ada juga diantara karyawan yang sudah bekerja selama dua bulan tidak digaji. "Ini sangat tidak manusiawi," kata Shinto. Begitu dicek lebih jauh, lanjutnya, ternyata perusahaan yang  berdiri sejak satu tahun lalu itu tidak mengantongi  izin usaha, dan hanya menggunakan surat keterangan. dari   Kecamatan Cikupa. "Ini sudah menyalahi aturan," Kata Shinto.

Ditanya siapakah pemilik usaha tersebut, Shinto belum bisa menjelaskan. Pasalnya kasus itu masih dalam penyelindikannya. "Kalau  terbukti, pemilik usaha ini bisa dijerat dengan pasal 333 KUHP. tentang penyekapan orang dan pengekangan kemerdekaan orang serta Pasal 351 KUHP,  tentang penganiayaan. (Sumantri)

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.