Tindak Korporasi 'Pencuri' Air Tanah

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 27 Jul 2015 21:41 WIB
air bersih
Tindak Korporasi 'Pencuri' Air Tanah
Sejumlah warga dusun Kalitengah Kidul dan Srunen antre mengambil air bersih dari sumber mata air Kali Apus, di Dusun Kalitengah Kidul, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkrigan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Foto: MI/Furqon

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Yogyakarta diminta bersikap tegas menindak para pengusaha atau korporasi besar yang mencuri air tanah. Pasalnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak Yogyakarta menduga para pelaku banyak mengambil air tanah melebihi batas yang dibutuhkan.

Kepala BBWS Serayu-Opak, Tri Bayu Adji, mengatakan Pemerintah Yogyakarta semestinya mengawasi ketat bangunan-bangunan besar yang berada di dekat kawasan sungai. Sebab, cara pengambilan air yang dilakukan dengan mengakali air tanah.

"Misalnya, saat permohonan izin kebutuhannya 10 kubik per detik, tapi mengambilnya lebih dari itu. Mereka memberi saringan di sumur lalu memperdalam lagi untuk memperoleh air lebih banyak," kata Tri Bayu kepada Metrotvnews.com, di sela forum Temu Gerakan Komunitas Sungai Indonesia 2015 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta, Senin (27/7/2015).

Ia mengaku tak bisa berbuat banyak. Pasalnya, instansi yang ia pimpin hanya memiliki batasan kewenangan saat izin bangunan sebelum berdiri. "Kami hanya bisa memberikan rekomendasi layak dan tidaknya. Hanya itu," ujarnya.

Dia menambahkan, air yang berada di kedalaman sekitar 40 meter sudah menjadi hak masyarakat. Mengingat, kebutuhan masyarakat hanya untuk konsumsi serta rumah tangga.

Jika air tanah (kedalaman lebih dari 40 meter) diambil korporasi, lanjutnya, debit air tanah yang berada di atasnya otomatis akan terus turun dan menjadi berkurang, termasuk berdampak ke masyarakat yang berada di dataran rendah. 

Hal itu belum ditambah pengelolaan limbah korporasi yang terkadang ada yang dibuang ke sungai dan mencemari lingkungan. "Jika melanggar izin harus diberi sanksi. Pemerintah bisa mencabut izinnya," ungkapnya.


(UWA)

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

Eks Koruptor Wa Ode Nurhayati Ikut Pembahasan KTP-el

2 days Ago

Nurhayati yang saat itu masih duduk di Komisi II DPR bahkan mengetahui poin-poin pembahasan meg…

BERITA LAINNYA