Usai Anjlok 8,5%, Tiongkok Beli Saham untuk Stabilkan Pasar

Antara    •    Selasa, 28 Jul 2015 08:42 WIB
ekonomi china
Usai Anjlok 8,5%, Tiongkok Beli Saham untuk Stabilkan Pasar
Ilustrasi. AFP PHOTO/ MOHD RASFAN

Metrotvnews.com, Shanghai: Tiongkok akan melepaskan lebih banyak dana untuk menstabilkan pasar sahamnya yang menggelisahkan, media pemerintah melaporkan Senin setelah pasar Shanghai mencatat penurunan harian terbesar selama lebih dari delapan tahun.

China Securities Finance Corporation (CSFC) yang didukung negara, yang dikabarkan sudah memompakan miliaran yuan ke pasar ekuitas daratan di bawah sebuah rencana pemerintah, akan terus membeli saham, kantor berita Xinhua melaporkan, Selasa (28/7/2015).

Pengumuman ini dibuat untuk menghilangkan "rumor bahwa penyedia layanan perdagangan margin nasional telah mundur dari upaya-upaya menstabilkan pasar saham," demikian dikutip Xinhua dari seorang juru bicara Komisi Pengawas Sekuritas Tiongkok (CSRC) Zhang Xiaojun.

Regulator sekuritas juga mengatakan pemerintah akan menindak siapa pun yang terlibat dalam "short selling" berbahaya, dalam upaya terbaru Beijing untuk mencegah keruntuhan pasar lebih jauh.

Saham-saham Tiongkok merosot hampir 8,5 persen pada Senin, penurunan terbesar mereka dalam satu sesi sejak Februari 2007, setelah data ekonomi yang lemah menghidupkan kembali ketakutan tentang kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Investor juga resah oleh laporan bahwa CSFC sudah mulai mengembalikan dana-dana yang dipinjam dari bank-bank komersial untuk menstabilkan pasar saham lebih cepat dari yang dijadwalkan, memicu kekhawatiran bahwa komitmen Beijing untuk pasar mungkin menjadi lesu.

"Kenaikan selama dua sampai tiga minggu terakhir ini terlalu besar, sehingga pasar perlu untuk memperbaiki dirinya sendiri," tukas Zhang Qi, seorang analis dari Haitong Securities.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA