Satpol PP Digugat Warga Kampung Pulo, Ahok: Tak Masalah

Damar Iradat    •    Selasa, 28 Jul 2015 09:40 WIB
bangunan liar
Satpol PP Digugat Warga Kampung Pulo, Ahok: Tak Masalah
Suasana pemukiman yang menempati bantaran kali Ciliwung. (Foto:MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gugatan warga Kampung Pulo, Jakarta Timur kepada Satpol PP ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) ditanggapi santai oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama. Menurut Ahok, semua warga berhak menggugat ke PTUN.
 
"Nggak apa-apa kalau orang mau gugat silakan saja. Tidak masalah, semua orang punya hak. Kamu lihat saja prosesnya seperti apa," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2015).
 
Gugatan tersebut dilayangkan warga Kampung Pulo lewat kuasa hukumnya, Harlen Sinaga, pada 8 Juli kemarin. Mereka menggugat surat peringatan (SP) dua untuk pembongkaran rumah warga yang terkena dampak normalisasi Kali Ciliwung.
 
Surat yang dikirimkan tertanggal 15 Juni 2015 itu dianggap menyalahi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 juncto Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 tentang Peradilan Tata Usaha Negara.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyediakan ruman susun (rusun) untuk merelokasi mereka. Namun, dari 900 Kepala Keluarga (KK), baru 170 KK yang sudah mengambil kunci rusun dan baru 60 KK yang menempati rusun.
 
Warga Kampung Pulo menolak disebut warga liar. Mereka beralasan telah puluhan tahun menetap di lokasi tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki sertifikat tanah dan selalu membayar Pajak Bumi dan Bangunan.
 
Warga meminta tambahan waktu kepada Pemprov DKI untuk menegosiasikan beberapa hal. Di antaranya ganti rugi dan hak sewa rumah susun.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA