Ada Calon Kepala Daerah Tersandera karena Tak Sanggup Penuhi Mahar Oknum Golkar

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 28 Jul 2015 11:23 WIB
pilkada serentak
Ada Calon Kepala Daerah Tersandera karena Tak Sanggup Penuhi Mahar Oknum Golkar
Sekretaris Fraksi Golkar kubu Ical, Bambang Soesatyo--Antara/Wisanggeni

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon kepala daerah dari Partai Golkar terancam gagal maju di pilkada serentak Desember nanti. Hal itu lantaran sang Calon tidak mampu memenuhi mahar.

"Mereka diduga tersandera oleh salah satu pihak/kubu yang menahan rekomendasi mereka karena sang calon tidak sanggup memenuhi permintaan oknum Golkar tersebut dalam jumlah uang yang sangat besar," kata Bendahara Umum Partai Golkar hasil Munas Bali Bambang Soesatyo dalam pesan singkatnya kepada Metrotvnews.com, Selasa (28/7/2015).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus mencari terobosan mengingat banyak calon kepada daerah yang berasal dari Partai Golkar yang tengah terbelah dua terancam gagal. "Padahal dalam rapat tim perundingan kedua belah pihak telah sepakat dan dibuatkan berita acara yang ditandatangani bersama (Tim sepuluh)," imbuhnya.

Mereka lima orang dari kubu Aburizal Bakrie, yakni MS Hidayat, Theo Sambuaga, Indra Bambang Utoyo, Ahmadi Noor Supit dan Nurdin Halid. Sementara dari Kubu Agung Laksono: Yorris Raweyai, Laurence Siburian, Ibnu Munzir, Lamhot Sinaga dan Melky Lakalena.

"Seperti diketahui, dalam peraturan KPU (PKPU) dikatakan, pendaftaran calon harus disetujui bersama dengan menyampaikan rekomendasi yang masing-masing ditandatangi ketua umum dan sekjen kedua belah pihak/kubu. Kalau hanya satu rekomendasi yang hanya ditandatangi satu kubu/pihak atau nama calon yang diajukan berbeda, maka pendaftaran calon tidak dapat diterima atau gugur," terangnya.

Praktik dugaan pemerasan ini, jelas Bambang, harus menjadi perhatian bagi KPU dan pemerintah, terutama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sebagai penggagas islah terbatas serta terbentuknya tim perundingan dua kubu di pilkada serentak itu.

"Karena tindakan tidak terpuji dari salah satu kubu di Golkar itu, tidak saja telah mencoreng wajah partai Golkar, namun juga menodai demokrasi serta menzalimi kader terbaik partai yang hendak maju pilkada," kata Bambang.


(YDH)