Anwar Ibrahim Tolak Akui Kemenangan Partai Berkuasa

- 06 Mei 2013 01:34 wib
Anwar-Ibrahim--Reuters/Samsul-Said/cs
Anwar-Ibrahim--Reuters/Samsul-Said/cs

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Komisi Pemilihan Umum Malaysia mengatakan Koalisi berkuasa Malaysia menang lagi dan mempertahankan kekuasaan 56 tahun mereka. Namun pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menolak mengakui kekalahan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengatakan, koalisi berkuasa Barisan Nasional yang dipimpin Najib Razak memperoleh 112 kursi prlemen, ambang batas yang diperlukan untuk membentuk pemerintah di dewan beranggotakan 222 orang.

Pengumuman itu disampaikan delapan jam setelah pemungutan suara ditutup dalam pemilu Minggu (5/5), pesta demokrasi yang paling sengit di Malaysia di mana aliansi tiga partai kubu Anwar berharap mencapai kemenangan mengejutkan atas satu-satunya pemerintah yang dikenal di negara itu.

"Para calon yang mewakili Barisan Nasional memperoleh 112 kursi," kata ketua KPU Aziz Yusof pada jumpa pers, Senin (6/5).

Rakyat Malaysia memberikan suara mereka dalam jumlah besar, namun pemilu itu dinodai oleh tuduhan-tuduhan mengenai kecurangan.

Ketika diberi tahu tentang kemenangan Barisan Nasional, Anwar mengatakan bahwa ia tidak akan menerima hasil pemilu itu. "Itu pemilihan umum yang kami anggap curang dan KPU telah gagal," katanya kepada wartawan.

Pemilih menggunakan internet untuk menuduh pemerintah Perdana Menteri Najib Razak berusaha mencuri pemilu tersebut. Oposisi juga menuduh Komisi Pemilihan Umum sebagai kantung belakang dari Perdana Menteri Najib Razak, yang memimpin Barisan Nasional. (Ant)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…