Dukungan Sinta Nuriyah Wahid terhadap Derita Jamaah Ahmadiyah

   •    Senin, 06 May 2013 07:38 WIB
Dukungan Sinta Nuriyah Wahid terhadap Derita Jamaah Ahmadiyah
Sinta Nuriyah Wahid--Antara/Jafkhairi/cs

Metrotvnews.com, Bekasi: Rahmat Rahmadi Jaya membungkuk kecil. Ke lubang di pintu besi berukuran 20X30 centimeter itu, Mubaligh Ahmadiyah Masjid Al Misbah tersebut kemudian mendongakkan mukanya yang kusam. Terlihat sorot matanya yang lelah. Di belakangnya, tampak belasan warga Ahmadiyah lainnya.

Pintu itu merupakan pintu belakang Masjid Al Misbah, Jatibening, Pondok Gede, Bekasi. Dari pintu itulah, Rahmat biasanya berkomunikasi dengan para jemaah Ahmadiyah lainnya. Dari pintu itu pula ia mendapatkan suplai makanan dari para jamaah lainnya.

Telah sebulan lebih, Rahmat dan 20 jamaah Ahmadiyah mengurung diri di dalam mesjid. Seperti diketahui, Pemerintah Kota Bekasi menyegel Masjid Al Misbah sejak 5 April lalu. Sebuah plank besi berisikan larangan beraktivitas dipancangkan di depan masjid. Semua pintu digembok dan semua pagar ditutup dengan seng bertinggi lebih dari dua meter.

Saat penyegelan terjadi, Rahmat dan kawan-kawan menolak keluar dan memutuskan untuk bertahan. Meskipun pintu pagar tidak terlalu tinggi dan mudah untuk dipanjat, Rahmat tidak juga berani keluar. Ia khawatir tidak akan bisa kembali ke masjid.

"Mubaligh dan kawan-kawan takut kalau keluar mereka tidak akan diperbolehkan lagi masuk," kata Sekretaris Umum Jamaah Ahmadiyah Indonesia Ahmad Supardi.

Bersama jamaah Ahmadiyah Jatibening lainnya, Ahmad turut mengkoordinir suplai makanan dan melakukan berbagai upaya diplomatis agar segel masjid dibuka. Sejumlah upaya hukum pun telah ditempuh.

"Harapan kami begitu juga jamaah lain yang di dalam masjid agar bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kami tidak melanggar hukum kok. Kami tidak pernah menggelar upaya menyiarkan agama. Hanya salat saja dan menjalankan kewajiban agama seperti biasa," ujar Ahmad.

Minggu (5/5) siang itu, Rahmat dan kawan-kawan kedatangan tamu. Shinta Nuriyah, istri almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid, datang berkunjung untuk memberikan dukungan. Dari lubang di pintu besi itu pula, keduanya bertegur sapa.

"Yang sabar, yang tawakal. Jangan menyerah, banyak yang mendukung. Ini kami juga membawa makanan," ujar Shinta. Dia kemudian meminta beberapa kotak makanan yang ia bawa untuk diberikan kepada para jemaah.

Menyaksikan hal ini, Rahmat yang sedari tadi terdiam tiba-tiba terisak. Air mata mengalir di kedua pipinya. "Kami hanya ingin salat. Kami hanya ingin beribadah. Kenapa dilarang?" tanyanya di sela tangis.

Shinta tidak menjawab. Shinta hanya meminta para jamaah agar menguatkan diri dan tetap bersabar. Ia juga mengimbau agar jamaah lainnya mengambil cara-cara hukum dalam menghadapi persoalan ini

"Penyegelan ini termasuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Saya berharap supaya pemerintah mengambil sikap yang tegas. Undang-Undang memperbolehkan kita melakukan ibadat dan penyegelan ini pelanggaran terhadap kebebasan beragama," cetusnya. (Christian Dior Simbolon)


Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA