Sudah 2 Bulan Warga Sleman Diteror Kekeringan

Patricia Vicka    •    Selasa, 28 Jul 2015 16:02 WIB
kekeringan
Sudah 2 Bulan Warga Sleman Diteror Kekeringan
Sawah warga mengering karena kemarau. Foto: MTVN/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Kekeringan terus menjalar ke sejumlah daerah. Kali ini kemarau meneror warga Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Tugiman, 50, warga Desa Sambirejo, mengatakan kekeringan mulai dirasakan warga desanya sekitar dua bulan yang lalu.

"Desa kami kering sebelum bulan puasa. Sumur kami mulai asat (mengering). Kami sulit mencari air," ujar dia, kepada Metrotvnews.com, di Dusun Mlakan, Desa Sambirejo, Selasa (28/7/2015).

Akibat kekeringan, sawah dan sumber air warga mengering. Bahkan debit air telaga mulai berkurang drastis hingga 60 persen.

Pantauan Metrotvnews.com, sawah-sawah di desa Sambirejo mengeras. Tanah juga mulai patah karena lama tak dialiri air. Rumput yang tumbuh di sekelilingnya berwarna kecoklatan karena terus terpapar sinar matahari.

Kepala Desa Sambirejo Mujimin mengatakan, akibat kekeringan, warga sudah tidak dapat menanam padi. "Air kami pakai untuk kebutuhan pokok," ujar Mujimin.

Dia mengatakan sebanyak delapan dusun di desanya mengalami persoalan sama. "Dua dusun mengalami kekeringan parah, yakni di Mlakan dan Gedang," jelasnya.

Ia memperkirakan puncak kekeringan terjadi pada akhir Agustus hingga September. Kini warga di Desa Sambirejo menggantungkan pasokan air dari Perusahaan Air Minum Desa (PAM Des).


(UWA)