Kunjungi Masjid Sunda Kelapa, PM Inggris Bahas ISIS

Willy Haryono    •    Selasa, 28 Jul 2015 16:13 WIB
isis
Kunjungi Masjid Sunda Kelapa, PM Inggris Bahas ISIS
PM Inggris David Cameron (tengah) berdiskusi dengan sejumlah pemimpin Muslim di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (28/7/2015). (Foto: AFP / Yudhi Mahatma / POOL)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perdana Menteri Inggris David Cameron menemui sejumlah pemimpin agama Islam di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Selasa (28/7/2015). 

Cameron mendiskusikan pentingnya toleransi antar umat beragama dan juga ancaman terorisme dan ekstremisme, terutama terkait kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Dalam kunjungannnya, Cameron berdiskusi dengan sejumlah pemimpin agama seperti Ketua Pengurus Masjid Sunda Kelapa Aksa Mahmud, mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Kepala Wahid Institue Yenny Wahid dan lainnya. Cameron juga bertemu perwakilan kaum muda dari berbagai komunitas Muslim. 

"Walaupun (dialog dengan Cameron) tidak terlalu panjang, tetapi saya pribadi merasa dialog tersebut sangat positif dan produktif," ucap Din Syamsuddin. 

Din menyampaikan pada Cameron bahwa ormas-ormas Islam di Indonesia memiliki kepercayaan diri dan langsung menentang keras radikalisme, termasuk saat munculnya isu ISIS. 

"MUI langsung mengumpulkan ormas2 Islam dan kita sepakat untuk menyatakan secara keras bahwa IsIs adalah kelompok politik radikal yang menggunakan bahkan menyalahgunakan agama untuk kepentingan tertentu," tutur Din.

"Pada intinya, PM Cameron ingin belajar dari pengalaman Indonesia dalam menghadapi ancaman radikalisme, termasuk yang menggunakan kekerasan," sambung dia. 

Menurut data pemerintah Inggris, lebih dari 1000 warganya telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah. Jumlah ini relatif tinggi dibanding militan ISIS asal Indonesia yang hanya ada di kisaran 500. Padahal, Indonesia adalah negara dengan Muslim terbanyak di dunia. 


(WIL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA