Semester I-2015

Enam Bulan, Hero Pikul Kerugian Rp32 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 28 Jul 2015 18:10 WIB
emiten
Enam Bulan, Hero Pikul Kerugian Rp32 Miliar
Salah satu outlet Hero Supermarket -- FOTO: MI/SAYUTI

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengalami rugi bersih sebesar Rp32 miliar di semester I-2015, dari posisi meraih laba sebesar Rp95 miliar di 2014.

"Strategi komersial yang telah diadopsi untuk bisnis makanan serta kesehatan dan kecantikan akan terus dilanjutkan di semester dua tahun ini. Bebeapa inisiatif juga sedang dilaksanakan untuk mengurangi dampak kenaikan biaya. Kami tetap optimis untuk paruh ke dua 2015," ucap Presiden Direktur Hero Supermarket Stephane Deutsch, dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/7/2015).

Dia menyebutkan, total penjualan perseroan naik 15 persen menjadi Rp7,48 triliun di semester I-2015, bila dibanding raihan periode yang sama di 2014 sebesar Rp6,5 triliun. Beban pokok naik 16,93 persen jadi Rp5,80 triliun, dari beban pokok tahun sebelumnya yang Rp4,96 triliun.

Meskipun dalam kondisi perdagangan yang sepi, perseroan masih meraih hasil penjualan yang baik di semester pertama di 2015 dengan pertumbuhan penjualan like-for-like yang kuat pada bisnis makanan serta kesehatan dan kecantikan.

Hasil penjualan dari gerai pertama IKEA pertama juga cukup menjanjikan. Meskipun momentum penjualan, profitabilitas dipengaruhi secara negatif oleh kenaikan upah minimum, peningkatan pemeriksaan persediaan dan rasionalisasi gerai. Tindakan yang kuat pada penghematan energi dan produktivitas diambil untuk mengurangi dampak dari meningkatnya biaya. Pada bisnis makanan, investasi pada harga telah menyebabkan penurunan margin laba kotor.

Laba kotor tumbuh sebesar sembilan persen jadi Rp1,67 triliun di semester I-2015, dari posisi laba kotor sebesar Rp1,54 triliun di semester I-2014. Beban usaha naik jadi Rp1,79 triliun di semester I-2015, dari beban usaha periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp1,58 triliun.

Selama enam bulan pertama 2015, keuntungan lain bersih turun jadi Rp88,26 miliar, dari keuntungan tahun sebelumnya Rp119,84 miliar. Rugi usaha yang dialami mencapai Rp30,68 miliar, dari posisi meraih laba usaha sebesar Rp79,11 miliar di semester I-2014.

Rugi sebelum pajak dipikul perseroan mencapai Rp43,87 miliar di semester I-2015, dari posisi meraih laba sebelum pajak di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp114,69 miliar.

Sementara jumlah aset per Juni 2015 mencapai Rp8,96 triliun, atau mengalami kenaikan dari jumlah aset per Desember 2014 yang Rp8,29 triliun. Jumlah liabilitas dan ekuitas masing masing mencapai Rp68,31 miliar dan Rp8,96 triliun.


(AHL)