Pencegahan Korupsi Layu, Hendardji Ingin Rombak Misi KPK

M Rodhi Aulia    •    Selasa, 28 Jul 2015 18:16 WIB
capim kpk
Pencegahan Korupsi Layu, Hendardji Ingin Rombak Misi KPK
Capim KPK Hendardji Soepandji.--Foto: MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu calon pimpinan KPK, Mayor Jenderal (Purn) Hendardji Soepandji, bertekad merombak misi KPK. Hendarji menemukan program pencegahan korupsi selama ini tidak berjalan efektif di lembaga antirasuah.

"Banyak, misinya harus 50 persen diubah. Itu terutama yang terkait dengan pencegahan. Itu yang tidak bunyi di dalam misi yang sekarang ini," kata Hendardji di Pusat Pendidikan dan Latihan Aparatur Kementerian Kesehatan, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2015).

Mantan Danpuspom TNI ini menilai, KPK lebih banyak mengedepankan penindakan. Namun, terkait crime prevention (pencegahan) nyaris tidak berjalan baik. Padahal, kata dia, KPK sejatinya sudah memiliki buku panduan lengkap untuk melakukan pencegahan.

"Jadi, jangan menjebak. Cegah jangan sampai terjadi! Itu akan lebih mulia. Tapi kalau sudah berbuat, harus ditindak. Berbuat dan berjalanlah di jalan yang lurus, jalan yang diridhoi Allah SWT," tegas dia.

Ketua PB Federasi Karate-Do Indonesia ini menambahkan, jika terpilih kelak sebagai salah satu pimpinan ia siap membangun kemitraan lebih erat lagi dengan lembaga penegak hukum lainnya.
"Hubungan itu harusnya berlandaskan semangat egaliter," kata dia.

Hendardji baru saja usai mengikuti rangkaian seleksi tahap ketiga selama dua hari penuh. Dia mengakui tes tersebut sangat berat. Namun dia percaya proses itu akan menghasilkan pimpinan KPK yang berkualitas. Terlebih, hari pertama kemarin, dari pagi sampai pukul 22.00 WIB.

"Insya Allah, apapun hasilnya saya syukuri. Kuncinya bersyukur. Hidup itu harus bersyukur. Saya yakin Pansel sudah berbuat seadil-adilnya untuk menghasilkan yang terbaik bagi bangsa," tandas Hendardji.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA