Pilkada Jatim 2015

Positif Narkoba atau HIV, Balon Kepala Daerah Langsung Dicoret

Amaluddin    •    Selasa, 28 Jul 2015 18:42 WIB
pilkada serentak
Positif Narkoba atau HIV, Balon Kepala Daerah Langsung Dicoret
Bakal calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kedua kiri) dan wakilnya Wisnu Sakti Buana (kanan) melambaikan tangan kepada wartawan seusai menjalani tes kesehatan di Graha Amerta, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/7). Foto: Antara/Herma

Metrotvnews.com, Surabaya: Puluhan bakal calon kepala daerah dari 11 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menjalani tes kesehatan di RSUD dr Soetomo, Surabaya. Tes kesehatan itu dilakukan sebagai salah satu syarat pencalonan mereka sebagai kepala daerah. Mereka dinyatakan gagal apabila positif narkoba dan HIV/AIDS.

Pelaksana tugas Direktur RSUD dr Soetomo, dr Harsono, menjelaskan beberapa kondisi yang bisa menggagalkan pencalonan. "Dua di antaranya, adalah terbukti narkoba dan terbukti HIV/AIDS," kata Harsono, di Surabaya, Selasa (28/7/2015).

Dia menegaskan pemeriksaan kesehatan ini untuk menjamin para calon pemimpin daerah tidak memiliki kondisi kesehatan yang buruk sehingga mengganggu kinerjanya.

"Kami bekerja menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Hasilnya berupa rekomendasi yang kami sampaikan kepada KPU untuk memverifikasi mereka," katanya.

Pemeriksaan kesehatan terbagi menjadi dua bagian, yakni tes fisik dan kejiwaan. Tes fisik terdiri dari sejumlah rangkaian tes, seperti tes kesehatan jantung, ginjal, liver, darah, tes narkoba, serta tes HIV/AIDS. Sementara tes kejiwaan berkenaan dengan kestabilan pola pikir dan interaksi sosial.

Pemeriksaan, menurut Harsono, dilakukan tim yang terdiri dari para ahli lintas bidang. Di antaranya spesialis penyakit dalam, syaraf, THT, jantung, jiwa, neurologi, infeksi tropis, metabolisme, serta obgin.

Sementara itu, Komisioner Bidang Hukum, Pengawasan, dan SDM, KPU Surabaya, Purnomo menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan dan rekomendasi dari tim medis RSUD dr Soetomo, akan dijadikan dasar KPU memutuskan apakah pasangan bakal calon sehat atau tidak.

Sebab, menurut Purnomo, KPU tidak memiliki kapasitas sama sekali untuk mengevaluasi atau memberi penilaian atas laporan tim medis. "Kami menerima apapun simpulan pemeriksaan medis yang dilaporkan," kata Purnomo.

Seperti diketahui, pasangan calon di 11 daerah di Jawa Timur telah melakukan tes kesehatan. Di antaranya adalah pasangan dari Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sumenep, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya.


(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA