Aksi Pekerja JICT Berujung Sabotase & Hentikan Sistem

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 28 Jul 2015 18:45 WIB
pelindo
Aksi Pekerja JICT Berujung Sabotase & Hentikan Sistem
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Mogok kerja yang dilakukan pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok telah merugikan negara. Kerugian ini disebabkan diblokadenya sistem sehingga menghambat pelayanan.

"Ini sudah merupakan sabotase dan mematikan sistem. Ini (demo) kan enggak boleh (sampai menghambat). Harus ada jalurnya, kita belum tahu juga kerugiannya," beber Dirut PT Pelindo II (Persero), RJ Lino saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (28/7/2015).

Aksi mogok yang dinilainya ilegal tersebut memang cukup merugikan negara karena telah mengganggu pelayanan. Apalagi, hal ini terjadi di tengah pemerintah yang sedang menarik investor.

"Ada tiga kapal tersendat, kita ingin memastikan pelayanan berjalan lancar, kalau di Koja Terminal 3 tempat lainnya masih seperti biasa, di Terminal 1 JICT," jelas dia.

Lino menjelaskan, kegiatan demonstrasi yang tidak ada pemberitahuan ini akan dikenai sanksi tegas dari perusahaan. Sebab, persoalan yang dikeluhkan pihak JICT telah berlarut-larut.

"Kita akan berikan sanksi. Tergantung sanksinya bisa diberhentikan dengan tidak hormat. Kita sudah lakukan pertemuan dan kita tetap dengan keputusan kita tidak mau ada hal serupa," tegas dia.

Menurut RJ Lino, kondisi tersebut membuat Indonesia buruk di mata internasional, karena telah mengganggu pelayanan.

"Sebenarnya apa yang mereka tuntut tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan. Serikat pekerja hanya boleh mewakili kesejahteraan mereka, kewajiban terhadap kesejahteraan. Masalah konsesi itu adalah hak pemegang saham, siapa saja bisa, kepemilikan juga," pungkasnya.


(AHL)