Jadi Tersangka, Gatot dan Evy Akan Ajukan Praperadilan

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 28 Jul 2015 19:35 WIB
kpk tangkap hakim ptun
Jadi Tersangka, Gatot dan Evy Akan Ajukan Praperadilan
Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho (kiri) menjawab pertanyaan wartawan ketika akan meninggalkan Gedung KPK seusai diperiksa di Jakarta, Senin (27/7/2015) malam.--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka berencana mengajukan praperadilan.

"Tentu kami rapat tim sebentar, kemudian tidak ada lagi cara yang harus kita tempuh ya kita akan lalukan upaya hukum, yaitu praperadilan," kata kuasa hukum Gatot dan Evy, Razman Arif Nasution, kepada wartawan, Selasa (28/7/2015).

Dia menuturkan, ada rangkaian keanehan dalam penetapan tersangka kedua kliennya. Sebab itu pihaknya akan melawan. "Banyak, banyak yang janggal. Jadi itu nanti bahan kami di praperadilan ya," tekan dia.

Razman belum bisa bicara banyak soal kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan yang menjerat kliennya. Dia masih menunggu keterangan lebih lanjut dari lembaga antikorupsi.

"Sampai sekarang kita belum dapat informasi yang valid," jelas dia.

KPK menetapkan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti sebagai tersangka kasus dugaan suap hakim PTUN Medan hari ini. KPK menjamin penetapan ini berdasarkan dua alat bukti yang kuat.

"Hasil ekspose (pada rapat pimpinan dan tim lengkap) progres kasus OTT (operasi tangkap tangan) hakim TUN, maka KPK per hari ini akan menerbitkan sprindik (surat perintah penyidikan) dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka. Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya," kata Pelaksana Tugas Pimpinan (Plt) KPK Indriyanto Seno Adji dalam pesan singkat.

Gatot diketahui, sudah dua kali diperiksa KPK yakni, pada Rabu 22 Juli dan Senin 27 Juli kemarin untuk tersangka M. Yagari Bhastara alias Gerry. Sementara istrinya baru diperiksa kemarin untuk tersangka yang sama. Namun, keduanya sudah dicegah keluar negeri sebelumnya.

Gatot dan Evy dikenakan Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2010 juncto Pasal 64 Ayat 1 jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.


(MBM)