ISIS-chan: Fenomena Internet untuk Saingi ISIS di Dunia Maya

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 29 Jul 2015 10:06 WIB
internet
ISIS-chan: Fenomena Internet untuk Saingi ISIS di Dunia Maya
Salah satu gambar ISIS-chan.

Metrotvnews.com: Seperti yang telah diketahui, ISIS adalah kelompok pemberontak yang saat ini tengah beroperasi di wilayah Irak dan Suriah. ISIS merupakan kelompok radikal, dan sering melakukan propaganda serta teror lainnya agar kekuatannya diakui dunia.

Jika Anda mencari gambar ISIS di Google, tentunya Anda akan disajikan dengan gambar berbagai kekejaman mereka dan aksi militernya. Namun jika diperhatikan baik-baik, Anda mungkin akan menemukan sebuah gambar animasi ala anime yang menggambarkan seorang gadis imut berpakaian hitam sedang memegang melon.

Itulah ISIS-chan. ISIS-chan merupakan salah satu fenomena internet yang kini tengah cukup banyak disorot oleh berbagai pengamat. Mengapa sebuah gambar gadis imut dengan melon yang nampak seperti maskot dari kelompok teroris ISIS tersebut mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak? Jawabannya ada pada sejarah dan tujuan diciptakannya ISIS-chan. 



Bertentangan dengan apa yang digambarkan, ISIS-chan justru dibuat netizen yang menentang aksi ISIS dari seluruh penjuru dunia. Tujuannya? Melemahkan "taring" ISIS di internet dengan merubah imej ISIS yang terlihat kejam dan menakutkan menjadi seperti lelucon internet. Mereka yang menentang ISIS dan mendukung ISIS-chan memiliki misi utama mengganti pencarian Google mengenai ISIS dengan ISIS-chan.

ISIS-chan pertama kali lahir di Jepang pada awal tahun 2015. Saat itu, warga Jepang digemparkan berita eksekusi mati dua tawanan Jepang oleh ISIS. Jepang berada dalam kondisi yang sulit pada saat itu karena mereka tak bisa ikut melawan ISIS secara legal dengan agresi militer.

Kesal dengan perbuatan keji ISIS tersebut, netizen Jepang akhirnya meng-edit foto eksekusi warga Jepang tersebut sehingga menjadi terlihat konyol dengan mengganti pisau eksekusi dengan pisang. Fenomena tersebut pun meluas hingga akhirnya lahirlah ISIS-chan.


 
Mungkin konsep perlawanan tersebut terlihat aneh bagi sebagian orang, namun itulah cara netizen Jepang melampiaskan kekesalannya. Jepang memang dikenal dengan budaya anime dan manga-nya yang kini telah mendunia. Budaya tersebut seringkali menghadirkan konten imajinasi yang diluar dugaan, dan reimajinasi mengenasi sesuatu yang nyata ke dalam bentuk anime telah banyak hadir di Jepang.

Sebut saja Sailor Moon yang merupakan reimajinasi planet-planet di galaksi Bima Sakti, dan Kantai Collection yang merupakan reimajinasi dari kapal perang di era Perang Dunia ke-II.

Hal tersebutlah yang membuat ISIS-chan cepat dikenal dan menyebar di dunia maya. Saat ini, ISIS-chan bahkan memiliki akun Twitter sendiri. Tujuannya masih sama, yaitu mengalahkan popularitas ISIS yang sebenarnya di mesin pencari Google, sehingga jika ada yang mencari kata "ISIS" di Google nantinya, yang ditampilkan adalah ISIS-chan.

Meskipun siapa saja dapat mem-posting gambar ISIS-chan, ada beberapa peraturan yang harus diikuti, tidak boleh menghina Islam, tidak menggunakan lambang-lambang Islam, dan tidak memiliki konten kekerasan berlebih serta pornografi. (CNN)




(ABE)