Prospek Outlook Medco Turun ke Negatif

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 29 Jul 2015 11:58 WIB
medco international
Prospek <I>Outlook</i> Medco Turun ke Negatif
Harga minyak rendah, prospek outlook Medco diturunkan ke negatif. FOTO: Antara/Muhammad Adimaja

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan prospek outlook negatif dari sebelumnya berada di posisi stabil kepada PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

"Kami berikan outlook negatif dari posisi stabil ke Medco, untuk peringkat kami berikan ke perusahaan idAA-, termasuk obligasi III/2012, obligasi berkelanjutan I/2012-2013, obligasi berkelanjutan USD I/2011-2012," ujar Vice Presiden Division Head Corporate Rating Pefindo Niken Indriarsih, ketika ditemui dalam acara Pefindo, di Gedung Bursa EFek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/7/2015).

Revisi atas prospek, menurut dia, untuk mencerminkan dampak dari rendahnya harga minyak mentah yang menyebabkan melemahnya ukuran-ukuran struktur permodalan dan proteksi arus kas Medco, dan profitabilitas perusahaan yang lebih rendah.

Faktor-faktor yang mendukung peringkat, dia menyebutkan, potensi tambahan pendapatan dalam jangka pendek ke menengah dari proyek Senoro, cadangan minyak dan gas yang baik, dan posisi likuiditas yang kuat dalam jangkan pendek. Sedangkan faktor-faktor yang membatasi peringkat, seperti struktur permodalan yang agresif, dan risiko kegagalan kegiatan eksplorasi.

"Periode peringkat yang diberikan pada 18 Juni 2015 sampai dengan 1 Oktober 2015," ungkap Niken.

Prospek yang menjadi stabil, lanjut dia, jika tambahan kontribusi arus kas dari proyek Senoro dan harga minyak mentah yang lebih baik dari yang diharapkan dapat memberikan profil struktur permodalan perusahaan yang lebih baik.

Adapun prospek diturunkan, jika harga minyak mentah menjadi lebih rendah dari perkiraan Pefindo, potensi arus kas dari proyek Senoro lebih rendah dari yang diproyeksikan, dan utang perusahaan menjadi lebih tinggi dari yang diproyeksikan. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari lima kali.


(AHL)