Serapan Belanja Tak Optimal, JK Sentil Bappenas

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 29 Jul 2015 12:28 WIB
bappenas
Serapan Belanja Tak Optimal, JK Sentil Bappenas
Wapres JK (tengah) saat memberikan arahan di Bappenas (Foto: MTVN/Suci Sedya Utami)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menyentil Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang melakukan perencanaan kurang matang sehingga penyerapan belanja pemerintah khususnya belanja modal menjadi tak optimal. Dari data terakhir Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tercatat hingga 29 Juni 2015 penyerapannya hanya 9,4 persen.

"Setiap keluhan pasti soal penyerapan lambat. Tender kok baru Juni, padahal dulu sudah diupayakan tidak seperti itu. Karena perencanaannya terlambat," tegas JK, saat memberikan arahan sejumlah pejabat di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2015).

Artinya, jelas JK, Indonesia butuh rancang bangun yang lebih baik bukan hanya perencanaan saja. Untuk itu perlu perombakan besar yakni dengan memperbaiki perencanaan nasional yakni dengan mensinkronisasi perencanaan di setiap departemen yang ada.

Menurutnya, ini terjadi lantaran selama ini dalam melakukan perencanaan dan proses diskusi dengan pimpinan daerah dalam acara Musyawarah Rembuk Pembangunan Nasional (Musrembangnas) yang digelar hanya merupakan formalitas.

"Bupati yang hadir ramainya saat pembukaan karena ada Presiden dan saya. Nanti giliran menterinya ngomong mereka pada tidur. Nah saya yang selama ini jatahnya menutup yang hadir tidak seberapa," canda JK.

Lebih lanjut dirinya yakin, dengan mempercepat perencanaan dan proses tender maka penyerapan anggaran juga akan bisa dioptimalkan. Hal ini diharapkan bisa terjadi sehingga belanja pemerintah bisa lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

"Pasti. Solusinya mempercepat perencanaan sehingga tendernya lebih cepat. Lambatnya karena tender dilaksanakan Mei-Juni. Jadi bagaimana menarik tender di Januari-Februari, tapi perencanaan harus lebih awal lagi. Karena itulah kita minta tambahan perencanaan tahun ini untuk tahun depan," pungkasnya.


(ABD)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA